Meski Bertikai, Cak Anam Anggap Politik Sebagai Ibadah

Meski Bertikai, Cak Anam Anggap Politik Sebagai Ibadah

- detikNews
Minggu, 12 Feb 2006 06:29 WIB
Jakarta - Ada yang bilang politik itu kotor. Sehingga tak jarang orang alergi terhadap dunia menggapai kekuasaan ini. Namun bagi Ketua Umum PKB versi muktamar Surabaya Chiorul Anam menilai, berpolitik adalah ibadah. Dan berpartai adalah salah satu aktifitas ibadahnya."Jadi meskipun tiap hari kita bertempur, juga berkelahi, juga harus diniatkan ibadah kepada Allah," kata Cak Anam panggilan akrab Choirul Anam dalam rillisnya kepada detikcom usai memberikan pidato sambutan dalam acara pelantikan kepengurusan DPW PKB di Kantor DPP PKB, Jl. Kramat VI Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2006).Namun, tegas Cak Anam, dalam berpolitik hendaklah berpijak pada aturan main yang telah disepakati. Merujuk pada naskah baiat dalam pelantikan kemarin, kader PKB harus memegang teguh kebenaran dan menegakkan keadilan. Selain itu juga senantiasa setia pada kejujuran."Kader partai harus jujur. Katakan benar jika benar, dan salah jika faktanya salah. Katakan menang jika menang, dan akui kalah kalau sudah jelas kalah. Jangan kayak kader di sana yang memutarbalikkan fakta. Jadi kader partai tidak boleh abu-abu," tandas Cak Anam.Setelah skuad DPW PKB DKI Jakarta dibaiat dan dilantik, Cak Anam berharap agar roda organisasi segera dijalankan sebagaimana aturan main yang telah disepakati. Konsolidasi di ibukota yang selama ini tidak berjalan optimal harus ditata kembali menuju kemenangan dalam Pemilu 2009 mendatang.Menurut Cak Anam, sebenarnya PKB di Jakarta bisa berjaya jika digarap secara benar. Ini mengingat latar belakang kultur masyarakat Betawi yang secara ubudiyah mengamalkan ajaran ala nahdliyin. Sebagaimana dimaklumi, PKB merupakan sayap politik dari gerakan dakwah NU."Setelah pelantikan ini, DPP PKB akan membentuk tim untuk mempercepat konsolidasi di Jakarta dan sekitarnya. Nantinya ada wakil dari DPP dalam tim tersebut. Sebagian besar anggota tim adalah kader dari Jakarta sendiri. Kita libatkan potensi daerah untuk ikut membesarkan daerahnya," terang Cak Anam.Sementara itu, KH Abdul Azhiem -kiai disegani di ibukota yang juga Rois Mustasyar DPW PKB DKI Jakarta dalam taushiyahnya mengungkapkan, semangat untuk membesarkan partai ini di Jakarta belum punah. Meski sebelum ini dilanda konflik dan belum jalannya sistem."PKB yang baru dibaiat dan dilantik ini punya tantangan yang sangat berat. Tapi semangat untuk membuat partai ini besar belum punah. Caranya adalah dengan bersama-sama NU. Karena ruh PKB adalah NU. Mau bicara ape kek, warnanya PKB adalah NU," ujar Kiai Azhiem dalam logat Betawi yang kental.Ditegaskan kiai asal Jaksel ini, dengan melibatkan ulama dan masyarakat Betawi maka PKB di Jakarta bisa menjadi besar. Sekecil apapun kegiatan bisa dimanfaatkan. "Bisa melalui pertemuan di majelis taklim, lailatul ijtima', dan seterusnya," papar kiai yang rajin memonitor perkembangan politik Timur Tengah ini.Sementara itu, bagi Ketua Dewan Tanfidz PKB DKI Jakarta H Tatang Hidayat, momen pelantikan yang digelar secara sederhana itu memiliki makna penting. "Karena menjadi titik awal untuk melakukan konsolidasi PKB secara massif di ibukota," katanya disela-sela acara pelantikan.Sejak berdirinya PKB tahun 1998, dalam dua kali kepengurusan DPW PKB DKI Jakarta selalu dipimpin oleh bukan putra daerah. Maka tampilnya Tatang yang asli Betawi sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB DKI Jakarta, patut disambut dengan rasa bangga oleh kader partai ini. (ahm/)


Berita Terkait