Anggota DPR: 3 Koruptor Masuk Istana Memalukan!
Sabtu, 11 Feb 2006 20:18 WIB
Jakarta - Kontroversi menerpa istana. Tiga koruptor BLBI mendatangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Terkait itu, Anggota Komisi III DPR, Yasonna H Laoly berpendapat, hal itu sebagai tindakan yang memalukan."Sangat tidak etis. Saya kira tidak pantas diterima di istana negara dengan berbagai macam alasannya. Kalau dia betul-betul mau bayar hutang, dari dulu dong," kata Laoly usai ditemui detikcom ketika menjadi pembicara dalam acara seminar "Penegakan Hukum dalam Politik dan Ketatanegaraan di Indonesia" di Universitas Kristen Indonesia (UKI), JL Diponegoro, Jakarta, Sabtu (11/2/2006). Laoly yang juga Wakil Sekretaris Fraksi PDIP ini menilai, adanya diskriminasi dalam penanganan kasus korupsi BLBI. Ia mencontohkan, banyaknya koruptor-koruptor besar karena dekat dengan kekuasaan dapat lepas dari jeratan hukum dengan mengganti uang yang dikorupsi. Sementara koruptor-koruptor kecil, yang hanya korupsi jutaan rupiah, walaupun mengganti kerugian negara, tetap diproses hukum."Sudah dibayar, lepas tindak pidananya. Sementara ada anggota DPRD yangmengambil uang hanya Rp 20 juta, sudah dikembalikan, tapi pengadilan jalanterus. Sementara mereka ratusan milyar rupiah, lalu dikembalikan danpengadilannya berhenti," sesal mantan Pembantu Dekan Fakultas HukumUniversitas HKBP Nommensen Sumatera Utara ini.
(ahm/)











































