Demo Menentang Denmark di Medan, Turut Kecam Jusuf Kalla

Demo Menentang Denmark di Medan, Turut Kecam Jusuf Kalla

- detikNews
Sabtu, 11 Feb 2006 19:17 WIB
Medan - Protes pemuatan kartun Nabi Muhammad di koran Denmark Jylland Posten masih terus berlangsung. Di Medan, aksi demo penentangan dilakukan sekaligus mengecam sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dinilai gagap dan mengambang dalam mensikapi persoalan kartun ini. Pendemo pada hari ini, Sabtu (11/2/2006), berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Utara (Sumut). Massa berjumlah sekitar 500 orang. Mereka mendatangi kantor perwakilan dagang Denmark yang berada di Jl. Hang Jebat Medan. Namun, tidak ada satupun petugas yang menerima pendemo karena di kantor itu sudah tidak ada aktifitas pascagencarnya demo menentang Denmark belakangan ini. Massa sebelumnya berkumpul di halaman Mesjid Agung, Jalan Diponegoro Medan. Selanjutnya berjalan sekitar satu kilometer menuju kantor perwakilan dagang Denmark tadi. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Zainul Arifin dan Cik Di Tiro yang dilewati para pengunjuk rasa sempat mengalami kemacetan. Dalam orasinya, massa menyatakan tindakan koran Denmark yang memuat karikatur itu merupakan pelecehan terhadap Islam. Reaksi yang diberikan pemerintah seharusnya tidak sekedar kecaman, melainkan juga pada tindakan yang lebih jauh, memutuskan hubungan diplomatik terhadap Denmark dan negara-negara lain yang media massanya juga memuat karikatur bermasalah itu. "Memang kalau tidak ada hubungan diplomatik dengan Denmark kita mati? Pemerintahan negara kita tidak bisa berjalan? Kan, tidak? Pemerintah harus bersikap tegas dalam masalah ini," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumut Sigit Pramono Asri, kepada wartawan di sela demo.Dalam kaitan itu, Sigit Pramono juga mengecam sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyatakan permohonan maaf terhadap Denmark karena reaksi yang terjadi di dalam negeri sehubungan dengan pemuatan kartun itu. "Ini kan aneh. Kita yang dihina, diinjak-injak martabatnya melalui kartun itu, kok malah kita yang minta maaf. Tapi saya yakin itu adalah pendapat pribadi Jusuf Kalla, bukan sikap negara. Namun sikap ini sangat disayangkan. ini menunjukkan sikap yang mengambang," kata Sigit Pramono yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut. Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu, berjalan tertib dengan kawalan sekitar 50 polisi dari Poltabes Medan. Setelah melakukan doa bersama, massa membubarkan diri dengan tertib. (ahm/)


Berita Terkait