Menaker Era SBY Sokong Penuntasan Kasus Korupsi di BP Jamsostek

Sudrajat - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 13:52 WIB
Direktur Akademi Komunitas Presiden Erman Suparno
Foto: Dok. Erman Suparno
Jakarta -

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno menyokong Kejaksaan Agung untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 20 triliun.

Ïtu dana yang tidak kecil, saya sangat prihatin bila uang jutaan pekerja di tanah air sampai ada yang mengkorupsinya,"kata Erman Suparno dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (13/2/2021).

Saat memimpin Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman mengaku sebagai pihak yang memperjuangkan agar keuntungan deviden dari PT Jamsostek diberikan kembali ke pekerja. Karena sebelumnya keuntungan deviden itu diberikan ke pemerintah.

"Waktu itu saya menyurati Menneg BUMN Pak Sofyan Djalil, lalu membahasnya bersama Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani di kantor Pak Boediono sebagai Menko Perekonomian,"tutur Erman.

Karena tak tercapai kata sepakat, isu tersebut kemudian dilaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Ternyata Pak SBY waktu itu setuju dengan permintaan saya,"ujar Erman.

Dana dari iuran pekerja yang dikelola Jamsostek itu kemudian tidak cuma kembali dalam bentuk santunan kalau terjadi PHK atau kecelakaan kerja. Pemanfaatan berkembang dalam bentuk bantuan kepemilikan rumah. Program ini bekerja sama dengan Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Pekerjaan Umum. Perumahan untuk pekerja antara lain dibangun di lingkungan kawasan industri agar para pekerja bias menghemat biaya transportasi.

Selain menghemat uang transport, hal itu juga otomatis menghemat waktu di perjalanan menuju dan pulang dari tempat kerja. Pada gilirannya, para pekerja punya waktu lebih untuk istirahat.

Surat ini berisi permintaan Menakertrans mengenai keuntungan deviden dari PT Jamsostek agar diberikan kembali ke pekerja. Karena selama ini, keuntungan deviden dari Jamsostek diberikan ke pemerintah.

"Kepada kolega saya Menteri Perumahan dan Menteri PU itu saya minta agar rumah yang disediakan tipe 38 bukan 21, agar lebih manusiawi,"kata Erman Suparno.

Selain itu, lewat Jamsostek para pekerja atau buruh juga dapat kemudahan untuk kredit pembelian rumah sebesar tiga persen fix sampai cicilan selesai.

Tonton juga Video: Blak-blakan: BP Jamsostek Kejar Target 10 Juta Rekening

[Gambas:Video 20detik]



(jat/jat)