Tipu Publik, Menkominfo Diminta Cabut Iklan SUTET
Sabtu, 11 Feb 2006 15:03 WIB
Jakarta - Penayangan iklan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di televisi membuat korban SUTET gerah. Menkominfo Sofyan Djalil diminta mencabut iklan tersebut karena tidak sesuai realitas."Iklan SUTET yang dimuat di media massa berisi penipuan publik karena tidak menggambarkan relalitas sebenarnya. Fotonya bukan SUTET tetapi SUT (Saluran Udara Tegangan Tinggi). Itu beda," kata Koordinator Mustar Bona Ventura di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2006).Untuk itu, ia meminta agar Menkominfo mencabut iklan tersebut. "Di lokasi pengambilan gambar juga tidak ada daerah pemukiman. Kalau PLN punya niat baik, daripada bayar biaya iklan lebih baik bayar ganti rugi korban," ujarnya.Selain itu, Mustar mengaku akan membawa seorang ibu hamil yang menjadi korban SUTET sebagai saksi dan bukti pada Senin (13/2/2006).Sementara suasana di panggung solidaritas korban SUTET cukup meriah. Puluhan orang tampak menonton hiburan dan mendengarkan orasi. Beberapa orang tampak menyanyikan lagu guna menghibur korban mogok makan dan jahit mulut."Kami meminta PLN memberikan ganti rugi korban SUTET dan tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL)," cetus Ridwan Saidi,salah seorang tokoh msyarakat Betawi dalam orasinya.
(aan/)











































