Peserta Mogok Makan dan Jahit Mulut SUTET Tambah 10 Orang
Sabtu, 11 Feb 2006 10:42 WIB
Jakarta - Solidaritas bagi korban SUTET makin meluas. Peserta mogok makan dan jahit mulut bakal bertambah lagi 10 orang dari Semarang. "Senin 13 Februari, 10 orang akan datang lagi. Mereka merupakan perwakilan dari 10 kampung yang dilalui jalur SUTET di Semarang. Semuanya akan ikut mogok makan dan dijahit mulutnya," kata Koordinator Mustar Bona Ventura.Hal ini disampaikan dia di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2006).Mustar menyatakan aksi mogok makan dan jahit mulut korban SUTET semakin meluas, karena pihaknya telah membangun komunikasi dengan rekan-rekan senasib dan seperjuangan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Seperti di daerah Gresik dan Mojokerto. Sebenarnya mereka sudah ingin bergabung ke sini. Tetapi karena masalah biaya belum bisa diwujudkan. Yang penting kita menyamakan tuntutan," ujarnya.Sementara itu suasana di posko SRI terlihat ramai. Beberapa orang sibuk memperindah panggung solidaritas dengan memasang karpet dan spanduk besar bertuliskan "Panggung SORAK Solidaritas Rakyat".Panggung solidaritas ini bakal menyajikan hiburan serta orasi politik dari sejumlah tokoh pada pukul 14.30 WIB nanti. Beberapa tokoh yang direncanakan hadir antara lain Ratna Sarumpaet, Iwan Fals, WS Rendra, Sri Bintang Pamungkas, Permadi, dan Usman Hamid.Bendera-bendera dari sejumlah elemen LSM pun dipasang dan menambah marak suasana antara lain bendera Serikat Buruh, Ikatan Sarjana Jakarta, dan Serikat Perjuangan Buruh Indonesia. Kondisi 6 peserta mogok makan dan jahit mulut makin melemah. Mereka terlihat berbaring dan tertidur.
(aan/)











































