Gubsu Ingatkan Kasus Meninggal TBC di Atas Corona, Minta Warga Waspada

Ahmad Arfah - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 14:56 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengingatkan penyakit tuberkulosis (TBC) masih berbahaya. Edy mengatakan jumlah pasien meninggal akibat TBC lebih banyak daripada Corona atau COVID-19.

"TBC kita masih nomor 2 terbesar loh. TBC ini lebih banyak yang mati daripada COVID," kata Edy di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Kamis (11/2/2021).

Menurut Edy, TBC tidak lagi sering dibahas. Hal itu, kata Edy, membuat penyakit TBC dianggap tak ada lagi.

"Tapi karena TBC ini sudah tidak populer lagi, dianggap sepi," ujarnya.

Persoalan TBC ini disampaikan Edy saat rapat membahas pembentukan desa tangguh di Sumut. Desa tangguh ini dibentuk untuk mencegah penularan virus Corona atau COVID-19 sejak dari desa.

Edy mengatakan tenaga medis di puskesmas yang ada di desa tangguh harus bisa membedakan antara pasien terkena COVID-19 atau penyakit lainnya. Meski mengingatkan soal TBC, Edy mengatakan fokus saat ini adalah menuntaskan pandemi Corona.

"Puskesmas harus bisa membedakan mana dia sakit batuk flu, dengan sakit kanker dan COVID. COVID ini adalah yang benar-benar harus kita waspadai," jelasnya.

Sebelumnya, Edy juga mengajak warga untuk berperang melawan Corona. Dia mengumpamakan perlawanan terhadap Corona bak perang rakyat semesta.

"Tangguh dia, kuat dia. Itulah setelah kuat dia ada namanya perang rakyat semesta, perang semua rakyat ikut berperang," kata Edy.

(haf/haf)