Polisi Tangkap Kurir 25 Kg Sabu Asal Aceh di Sumsel

M Syahbana - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 13:15 WIB
Konferensi pers di Polda Sumsel (Syahbana-detikcom)
Konferensi pers di Polda Sumsel (Syahbana/detikcom)
Palembang -

Polisi menangkap pria bernama Taupik (47) yang diduga merupakan kurir sabu di Sumatera Selatan (Sumsel). Polisi juga menyita 25 kg sabu asal Aceh yang diduga hendak diedarkan oleh Taupik.

"Polda Sumsel Kemarin berhasil mengungkap penjualan narkoba jenis sabu, dengan dipimpin Dirnarkoba dan Wadir melakukan upaya paksa terhadap seorang pria bernama Taupik yang diduga memiliki, menjual, mengedarkan narkoba jenis sabu," kata Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan di Polda Sumsel, Palembang, Kamis (11/2/2021).

Sabu yang disita itu dikemas dalam 25 bungkus kemasan teh China. Tiap bungkus berisi 1 kg sabu.

"Tadi malam sudah dilakukan penimbangan, sabu yang diamankan tersebut memiliki berat dengan total 25 kilogram. Sabu tersebut hendak dikirimkan tersangka ke Lubuklinggau," jelas Wakapolda.

Dirnarkoba Polda Sumsel Kombes Heri Istu mengatakan penangkapan Taupik berawal dari informasi peredaran sabu asal Aceh dalam jumlah besar. Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap Taupik.

"Kita mendapat informasi dari masyarakat adanya pengiriman sabu dari Aceh yang akan melewati TKP dari informasi tersebut kita melakukan upaya penyelidikan dan pemantauan, hingga tersangka berhasil kita tangkap berikut barang buktinya," ucap Heri Istu.

Heri mengatakan sabu dalam kemasan teh China itu disimpan sebuah kardus di bagasi mobil yang dikendarai tersangka. Taupik disebut mengaku mendapat upah Rp 15 Juta.

"Tersangka asal Pali ini mengaku, hendak mengirimkan sabu asal Aceh tersebut ke Lubuklinggau dengan upah Rp 15 juta, tersangka juga tidak mau mengakui dari mana dan dari siapa sabu tersebut," katanya.

Dia juga mengatakan bakal berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait kasus ini. Pihaknya bakal mencocokkan apakah sabu yang disita ini punya kemiripan dengan barang bukti dari jaringan lain yang pernah ditangkap.

"Kita akan laporkan ke Bareskrim dan mencocokkan, apakah barang bukti yang kita amankan ini sama dengan yang pernah diamankan Bareskrim," jelasnya.

(haf/haf)