Isu Jokowi Siapkan Gibran, PDIP Minta PD Tak Melulu Mikir soal Kekuasaan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 10:37 WIB
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi UMKM di Sumut
Djarot Saiful Hidayat (Eva Safitri/detikcom)

Lebih jauh Djarot menekankan keputusan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 ditetapkan sebelum adanya pandemi COVID-19. Dia memastikan evaluasi pelaksanaan pilkada akan terus dilakukan.

"Kami juga mengapresiasi sikap dan pemikiran fraksi-fraksi di Komisi II untuk tidak merevisi UU Pilkada tahun 2016. Ingat, UU Pilkada diputuskan dan diterima oleh semua fraksi tahun 2016, sebelum ada pandemi COVID Pilkada Serentak 2017, 2018, dan 2020," tegas Djarot.

"Evaluasi pelaksanaan UU Pilkada Serentak tetap kita lakukan secara komprehensif agar pelaksanaannya keserentakan pilkada di tahun 2024 bisa lebih baik lagi," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, PD menganggap pembatalan revisi UU Pemilu dilakukan karena adanya kepentingan politik tertentu. PD menduga adanya kemungkinan kepentingan Jokowi untuk mempersiapkan Gibran Rakabuming Raka maju Pilgub DKI.

"Apakah ada faktor baru yang membuat pemerintah mengubah kebijakan politik pilkada dengan menundanya ke tahun 2024? Mungkinkah keputusan ini dilatari oleh kemungkinan Presiden Jokowi mempersiapkan keberangkatan Gibran dari Solo ke Jakarta? Karena dirasa terlalu cepat jika Gibran berangkat ke Jakarta tahun 2022. Pertanyaan ini muncul di masyarakat banyak karena terus terang saja saya sendiri pun sulit untuk menemukan penjelasan lain yang lebih masuk akal," ujar Wasekjen PD Irwan.


(zak/tor)