Anomali Autothrottle SJ182, Komisi V DPR Minta Sriwijaya Air Tanggung Jawab

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 08:57 WIB
Menhub dan Panglima TNI mengecek serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang masih berada di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi NasDem Syarief Alkadrie menanggapi temuan KNKT soal anomali pada tuas pengatur tenaga mesin atau autothrottle Sriwijaya Air SJ182 dengan nomor registrasi PK-CLC, yang jatuh di Kepulauan Seribu. Syarief menilai maskapai hingga pemberi regulasi harus bertanggung jawab terkait ini.

"Iya, saya kira ini kan yang harus kita pelajari dan menjadi evaluasi kita. Karena, kalau terjadi kerusakan seperti itu, seharusnya sebelumnya pasti ada, sudah sampai terjadi fatal itu sebelumnya pasti ada rentetan, itu yang harus kita ketahui. Makanya untuk itu kan tidak mungkin tuh biasanya langsung rusak, tapi mungkin sudah terjadi," kata Syarief saat dihubungi, Rabu (10/2/2021).

Syarief menilai dugaan selama ini adanya kerusakan pesawat Sriwijaya Air SJ182 itu sebelum terbang ke Pontianak ternyata benar. Karena itu, dia berharap pemegang regulasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pengawasan lebih ketat.

"Artinya bahwa pemegang regulasi ini kita harapkan gimana untuk pengawasan secara ketat di dalam operasinya penerbangan ini. Artinya, sudut per sudut, baik maintenance, berapa jam terbang harus sudah overhaul, lalu persiapan pada saat penerbangan apakah semua komponen persyaratan itu sudah terpenuhi, termasuk fasilitas pesawat itu, termasuk SDM-nya pada saat itu fit atau tidak saat terbang, itu semua kan harus selalu diawasi," ucapnya.

"Ke depan tidak lagilah. Kita minta tidak lagi hal hal seperti ini. Artinya, sekecil mungkin pun kita sudah harus antisipasi. Masalah yang lain itu kan ketentuan Yang Mahakuasa, tapi secara deteksi manusia, segala sesuatu memenuhi, termasuk jangka waktu pesawat harus jadi perhatian," sambungnya.

Tonton video 'Autothrottle Sriwijaya Air SJ182 Sempat 2 Kali Tak Berfungsi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2