detik's Advocate

Saya Karyawan Kontrak, Apakah Dapat Cuti?

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 07:00 WIB
Low angle view of businesswoman with face mask working on desktop PC in the office.
Ilustrasi pekerja kantor. Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic
Jakarta - Hingga saat ini, pekerja kontrak masih dimungkinkan dalam Undang-Undang (UU), termasuk UU Cipta Kerja. Apakah karyawan kontrak mendapatkan hak cuti?

Pertanyaan di atas menjadi salah satu pertanyaan yang dilontarkan di rubrik detik's Advocate oleh pembaca. Berikut pertanyaan lengkapnya:

Dear Team detikcom

Selamat siang
Nama saya OS

Saya baru saja habis kontrak di perusahaan tempat saya bekerja
Saya karyawan kontrak mulai bekerja tanggal 5 February 2020 dan dikontrak kerja selama 1 tahun sampai 5 Februari 2021.

Pertanyaan saya apa saja hak yang bisa saya dapatkan pada saat habis kontrak?
Karena saya hanya mendapatkan sisa gaji saya dari tanggal 1 sampai 5 Februari 2021 dan paklaring saja,
Bagaimana dengan hak cuti ?

Salam
OS

Nah, ingin tahu jawabannya? Berikut ulasan advokat Kurnia Rizky dari Kantor Hukum HAMDANI&ASSOCIATES:

Karyawan/pekerja kontrak memiliki jangka waktu kerja tertentu sesuai dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) antara karyawan dan perusahaan. Artinya akan ada masa hubungan kerja tersebut berakhir. Berakhirnya hubungan kerja karena jangka waktu perjanjian kerjanya habis, menimbulkan hak-hak pekerja yang harus dipenuhi perusahaan terkait.

Berdasarkan pasal 61 A UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja:

Dalam hal perjanjian kerja waktu tertentu berakhir sebagaimana dimaksud pasal 61 ayat (1) huruf b dan huruf c, pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja/buruh."

Pasal 61 ayat (1) huruf b yaitu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Uang kompensasi tersebut akan diberikan kepada pekerja sesuai dengan masa kerja pekerja/buruh di perusahaan yang bersangkutan.

Ketentuan ini lebih lanjut akan diatur dalam peraturan Pemerintah, namun hingga saat ini belum ada Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang uang kompensasi sebagaimana disebutkan dalam pasal 61 A UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Lalu terkait hak cuti, disini saya asumsikan yang dimaksud adalah cuti tahunan, menurut pasal 79 UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, cuti wajib diberikan kepada pekerja yaitu paling sedikit 12 hari setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Sehingga jika masa kerja tidak lebih dari 1 tahun/12 bulan maka belum ada hak cuti tahunannya.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat.

Lihat juga video 'Tips Coach Ferry Bagi Karyawan yang Ingin Memulai Bisnis':

[Gambas:Video 20detik]




Kurnia Rizki, SH
Kantor Hukum HAMDANI&ASSOCIATES
Komp. Taman Sari Blok C 34 - BATAM
=======
detik's Advocate adalah rubrik baru di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya dan akan ditayangkan di detikcom, baik dalam bentuk artikel ataupun visual.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan, hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email:
redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Salam
Tim Pengasuh detik's Advocate (asp/tor)