Round-Up

4 Momen Terakhir Sriwijaya Air Terungkap dari Rekaman FDR

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 06:56 WIB
Flight Data Recorder (FDR) black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan. Begini penampakannya!
Foto:Flight Data Recorder (FDR) black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan. Begini penampakannya! (Pradita Utam)
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan awal investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu. Terungkap momen terakhir penerbangan yang terekam dalam flight data recorder (FDR) yang telah ditemukan.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas pada 9 Januari 2021, pukul 14.36 WIB. Penerbangan diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin, dan membawa 56 penumpang.

Berikut ini paparan KNKT terkait laporan awal investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182:

1. Sebelum Jatuh, Tuas Mesin Bergerak Mundur

Sebelum Sriwijaya Air SJ182 jatuh, tuas mesin (throttle) sebelah kiri pesawat tiga kali bergerak mundur.

Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo menerangkan pertama kali tuas kiri Sriwijaya Air SJ182 bergerak mundur terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas pada 9 Januari 2021. Sriwijaya Air SJ182 memuat 2 pilot, 4 awak kabin, dan 56 penumpang.

"Setelah tinggal landas, pesawat ini mengikuti jalur penerbangan yang ditentukan, yang diberikan nama ABASA 2D. Kemudian FDR mencatat bahwa pada ketinggian kira-kira 1.980 kaki, autopilotnya mulai aktif atau engage. Pesawat terus naik dan pada ketinggian kira-kira 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur dan tenaga mesin atau putaran mesin juga ikut berkurang," ujar Nurcahyo dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).

2. Komunikasi Terakhir

KNKT juga mengungkap komunikasi terakhir dengan pilot Sriwijaya. Pada pukul 14.38.51 WIB, pilot meminta kepada pengatur lalu lintas udara atau ATC untuk berbelok ke arah 75 derajat dan diizinkan karena kondisi cuaca.

Adapun perubahan arah ini diperkirakan oleh ATC akan membuat pesawat SJ182 akan bertemu dengan pesawat lain yang berangkat dari Landas Pacu 25L atau Soekarno Hatta landasan selatan, sedangkan pesawat SJ182 berangkat dari landasan utara.

"Oleh karenanya, ATC meminta pilot untuk berhenti naik di ketinggian 11.000 kaki," ungkap Nurcahyo.

Tonton video 'KNKT Masih Cari CVR Sriwijaya Air SJ182, Investigasi Belum Usai':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2