Sepanjang 2020, Kementerian ESDM Cetak 3.700 Lebih Tenaga Ahli

Faidah Umu Safuroh - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 17:31 WIB
Gedung Kementerian ESDM
Foto: ESDM
Jakarta - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyampaikan dalam kondisi pandemi ini, penyiapan pengembangan SDM tak boleh terhambat. Menurutnya, alternatif dalam upaya pengembangan SDM harus terus dikembangkan oleh setiap instansi, institusi dan stakeholders lainnya.

Ia mengatakan pada 2021 ini, sektor energi sedang dalam perjalanan atau fase 'transisi energi' untuk mencapai target bauran energi nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam perjalanan tersebut, lanjutnya, SDM merupakan pondasi dasar dalam mendukung capaian kebijakan pemerintah.

"Penguatan daya saing SDM dalam skala nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi sinergi antara pemerintah, pihak swasta maupun BUMN terkait mempunyai kapasitas peran masing-masing," ungkap Prahoro dalam keterangan tertulis, Rabu (10/2/2021).

Hal itu ia sampaikan dalam webinar bertajuk 'Peran BUMN dalam Mendukung Penguatan Daya Saing SDM Nasional'. Webinar tersebut disiarkan melalui aplikasi Zoom, live streaming YouTube, dan Facebook PPSDM KEBTKE.

lebih lanjut Prahoro menyampaikan BPSDM ESDM dalam perannya untuk meningkatkan kompetensi SDM di bidang Ketenagalistrikan, energi baru terbarukan dan konservasi energi melalui satuan kerja PPSDM KEBTKE telah mencetak tenaga-tenaga teknik yang tersertifikasi di bidangnya. Pada 2020, lanjutnya, PPSDM KEBTKE menyelenggarakan kegiatan uji kompetensi/sertifikasi lebih dari 200 angkatan dengan jumlah peserta lebih dari 3.700 peserta uji.

"Hal tersebut merupakan bentuk komitmen kami dalam sisi pengembangan sumber daya manusia dalam persiapan menghadapi persaingan global/ Besar harapan kami, melalui momentum webinar kali ini dapat menambah wawasan kita semua," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi, Kementerian BUMN Alex Denni. memaparkan materi 'Percepatan Transformasi Human Capital BUMN untuk Indonesia yang Lebih Baik'.

"Tren tidak bisa kita bendung, namun bisa kita antisipasi dengan mempersiapkan diri kita, dunia semakin kompleks, sehingga Waiting and Losing datang begitu cepat, banyak fenomena business model tipe baru yang lahir yang tidak pernah kita pikirkan," ungkapnya.

Alex melanjutkan transformasi human capital di BUMN bertujuan untuk meningkatkan daya saing BUMN menjadi pemain global dan menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta. Selain itu, dengan GSS ini ada 7 area yang akan dilakukan akselerasi transformasi pada human capital architecture BUMN.

Ketujuh area tersebut yaitu Core Values, EVP & Employer Branding, Talent Management, Learning & Development, Reward & Performance, HC Technology, serta HC Analytic. Area Core Values ini telah diakselerasi dengan penyelarasan AKHLAK pada seluruh BUMN. (akn/ega)