ADVERTISEMENT

KPAI Adukan Aisha Weddings Promo Nikah Usia 12 Tahun ke Mabes Polri

Adhyasta Dirgantara, Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 13:58 WIB
Aisha Weddings
Foto: Dok. Aisha Weddings
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengadukan penyedia jasa pernikahan Aisha Weddings karena mempromosikan menikah usia 12 tahun hingga poligami ke Mabes Polri. Pasalnya, KPAI mendapat banyak aduan karena Aisha Weddings diduga melakukan pelanggaran terkait perlindungan anak.

"Sesuai tugas KPAI, kita sedang melayangkan surat terkait kasus tersebut ke Mabes Polri," ujar komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, saat dimintai konfirmasi, Rabu (10/2/2021).

"Koordinasi lewat telepon sudah kita lakukan dan termasuk mengirimkan link berita dan flyer yang diadukan ke KPAI. Selanjutnya lewat surat resmi akan kita sampaikan terhadap dugaan pelanggaran hak anak atas informasi yang beredar," sambungnya.

Menurut Jasra, pelaporan yang KPAI lakukan sesuai dengan UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 terkait tugas KPAI. Maka dari itu pihaknya melaporkan Aisha Weddings yang dianggap meresahkan karena mengajak anak muda untuk menikah.

"Jadi sesuai dengan UU Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 dalam Pasal 76 huruf G terkait tugas KPAI: memberikan laporan kepada pihak berwajib tentang adanya dugaan pelanggaran terhadap undang-undang ini. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri terkait kasus ini untuk ditindak lanjuti oleh penegak hukum terkuat dugaan pelanggaran dari informasi yang disampaikan WO tersebut," jelas Jasra.

Jasra pun mengecam Aisha Weddings yang mengajak anak muda untuk menikah di usia muda. Dia membeberkan banyak hal yang perlu disiapkan dalam pernikahan hingga dampaknya ke depan.

"Pertama, mengecam terhadap orang yang membuat informasi tersebut. Apalagi dampak pernikahan usia muda ini banyak kajian dan penelitian menyatakan bahwa pernikahan usia anak berdampak pada keberlanjutan pendidikan anak, kesiapan mental pasangan anak yang masih labil dan usia anak adalah usia bermain, kesiapan reproduksi anak perempuan dalam mengandung dalam usia anak, dampak ekonomi keluarga anak yang sulit mengakses pekerjaan formal karena anak tidak menamatkan pendidikan, bahkan beberapa kasus melanjutkan kemiskinan keluarga sebelumnya. Jadi dampaknya sangat luar biasa terhadap tumbuh kembang anak dan masa depan anak kita," pungkasnya.

Berdasarkan akun Facebook Aisha Weddings mempromosikan terkait poligami. Selain itu, Aisha Weddings menawarkan nikah siri dan mempromosikan nikah usia dini.

"Menikah muda akan membantu karir Anda 👔đŸ’ŧ #NikahMuda #IndonesiaTanpaPacaran 📧 Kontak kami di Facebook /aishaweddings.com/kontak / contact@aishaweddings.com ℹī¸ Belajarlah lagi di ❤ī¸ aishaweddings.com/keyakinan/untuk-kaum-muda," tulis salah satu posting-an akun tersebut.

Sementara itu website Aisha Weddings saat ini sudah tidak bisa dibuka.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Sebelumnya, wedding organizer dengan nama Aisha Weddings tengah jadi atensi warganet. Penyebabnya penyelenggara pernikahan ini mempromosikan pernikahan usia dini mulai dari 12 tahun.

"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis Aisha Weddings dalam situsnya, Rabu (10/2).

"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal," lanjut situs tersebut.

(yld/man)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT