Jokowi Siap Dikritik, NasDem: Buzzer Harus Beri Ruang ke Publik

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 12:47 WIB
Ahmad Ali (Dok. Pribadi).
Ahmad Ali (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Pemerintah membuka diri untuk menerima kritik dari semua pihak, sekalipun yang keras. NasDem mengapresiasi dan menilainya sebagai jawaban atas anggapan yang menyebut pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter.

"Artinya bagus dong itu, satu, bahwa Pak Jokowi itu terbuka menerima masukan, pemerintah nggak pernah merasa mengetahui semuanya, dia butuh koreksi. Artinya itu bagus, sehat untuk mengembangkan demokrasi kita. Artinya sekaligus juga menjawab anggapan bahwa Jokowi otoriter," kata Ketua Fraksi NasDem DPR RI Ahmad Ali kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Waketum NasDem ini juga mengingatkan kepada para buzzer yang mendukung Jokowi untuk tidak berlebihan. Ali meminta para buzzer juga membuka ruang agar publik bisa memberikan kritik kepada pemerintah.

"Buzzer-nya ini buzzer-nya siapa dulu kan, kan banyak jenis buzzer-nya. Tapi siapa pun yang ingin membela Pak Jokowi, menurut saya, hendaknya jangan berlebihan. Harus diberikan ruang kepada publik untuk berikan masukan. Jadi kita juga meminta kepada teman-teman yang membela Pak Jokowi harus proporsional," ujarnya.

"Saya sepakat buzzer menjaga Pak Jokowi dari serangan orang-orang nyinyir, tapi untuk pembangunan, saya pikir kritik harus dibuka," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah memberikan penegasan siap menerima kritikan yang keras sekalipun, supaya pembangunan lebih terarah. Pemerintah menganalogikan kritikan dan saran bagaikan jamu yang menguatkan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Pemerintah, kata Pramono, menerima kritikan sebagai bagian dari berdemokrasi.

"Sebagai negara demokrasi, kebebasan pers merupakan tiang utama untuk menjaga demokrasi tetap berlangsung. Bagi pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga dan bagi pemerintah kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu, menguatkan pemerintah. Dan kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar," kata Pramono saat menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional 2021 seperti ditayangkan akun YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (9/2).

(rfs/zak)