Buku Soal 'Ganjar Tidak Pernah Bersyukur' Dinilai Bernuansa Politis

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 16:24 WIB
Ketua Umum Seknas Jokowi Jawa Tengah Bambang Mugiarto
Ketua Umum Seknas Jokowi Jawa Tengah Bambang Mugiarto
Jakarta -

Foto dua soal dari buku pelajaran yang menyebut nama Ganjar viral di media sosial. Ketua Umum Seknas Jokowi Jawa Tengah Bambang Mugiarto meminta Penerbit Tiga Serangkai bertanggung jawab karena soal tersebut dinilai bernuansa politis.

"Ini berbahaya. Saya mencium ada nuansa politik praktis dalam materi buku. Mengarah pada doktrin politik kepada peserta didik. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut nama Ganjar Pranowo, tetapi soal seperti ini berpotensi menggiring tafsir kepada siswa bahwa nama Ganjar identik dengan Gubernur Jawa Tengah," ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Selasa (9/2/2021).

Ia menilai timbul potensi keresahan di masyarakat akibat beredarnya konten soal tersebut. Oleh sebab itu, untuk mencegahnya, Ia meminta peran aktif pihak kepolisian untuk memanggil pihak Tiga Serangkai agar dapat klarifikasi.

"Supaya jelas dan diketahui apa maksud dari konten soal yang menyebut nama "Ganjar" itu". Ini masalah serius. Karena soal-soal seperti ini membahayakan pikiran anak didik. Ini berarti, sama dengan membahayakan nasib negara," pungkas Bambang.

Bambang menambahkan, seharusnya Penerbit Tiga Serangkai belajar dari kasus sebelumnya. Adapun diketahui pihak penerbit ini pernah pernah mendapat protes keras oleh KPAI karena buku berbau masturbasi. Menurut Bambang, jika penerbit terus melakukan kesalahan maka jangan disalahkan jika masyarakat bertindak.

Lebih lanjut Bambang meminta Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) untuk segera merespons kasus ini. Menurutnya, penerbit sebagai anggota terikat untuk menangani keluhan dari konsumen baik secara tertulis maupun lisan.

"Setau saya ada kode etik yang mengikat bagi penerbit. Sebagai anggota IKAPI, penerbit harus menghargai dan peduli terhadap kepentingan lingkungan dan sosial di masyarakat," terangnya.

Terpisah, General Manager Tiga Serangkai, Mas Admuawan, mengatakan soal tersebut pertama kali ditulis pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas 3 SD terbitan tahun 2009. Saat itu nama Ganjar tidak dikenal seperti sekarang.

"Sebetulnya itu cetakan pertama kita tahun 2009. Waktu itu kan Pak Ganjar Pranowo belum menjadi public figure seperti sekarang. Jadi nama Ganjar ini tidak berkaitan dengan Gubernur Jawa Tengah," kata Admuawan saat ditemui di kantornya, Selasa (9/2/2021).

(ega/ega)