Yusuf Mansur Kenang Kebaikan Ustadz Maaher: Dia Dermawan

Rahmat Fathan - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 12:51 WIB
Yusuf Mansur Kenang Kebaikan Ustaz Maaher: Dia Dermawan
Yusuf Mansur menghadiri proses pemakaman Ustadz Maaher. (Fathan/detikcom)
Jakarta - Jenazah Soni Eranata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi dimakamkan di Daarul Quran, Tangerang. Ustaz Yusuf Mansur mengenang kebaikan-kebaikan Ustadz Maaher.

"Banyak (kebaikannya). Almarhum ini dermawan, hidupnya susah, ngontrak dia nggak punya rumah. Tapi kalau sama duit tuh ringan gitu, jualan apa aja berani tekor asal bisa bagi-bagi orang gitu, ya masya Allah gitu," ujar Yusuf Mansur di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021).

Yusuf Mansur mengatakan kasus hukum yang melibatkan almarhum Ustadz Maaher merupakan dinamika bangsa. Menurut dia, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Jadi nggak ada yang cakep, cakep aja gitu kayak di pasar, kalau di pasar orang pada diem aja nggak lucu, harus ada yang ramainya, harus ada yang bersuaranya, dan nggak semua juga yang bersuara juga nggak bener, ada juga yang benernya," kata Mansur.

Dia meminta semua pihak mengambil hal-hal yang positif dari orang lain. Yusuf Mansur juga mengingatkan salah satu sunah Rasulullah Muhammad SAW.

"Jangan lupa temen-temen semua ingetin, orang kalau udah meninggal salah satu sunah buat yang hidup adalah ngomongin hanya kebaikan, ga boleh keburukan," ujarnya.

Yusuf Mansur mengungkap obrolan terakhirnya bersama Ustadz Maaher. Ia menyebut Ustaz Maaher mengungkapkan ketulusannya untuk meminta maaf kepada Habib Luthfi bin Yahya.

"Obrolan terakhir beberapa hari lalu, ketulusan beliau minta maaf. Awalnya kenceng minta maaf dan keluar. Terakhir minta maaf saja, nggak ada cerita lain," ujarnya.

"Minta maaf ke Habib Lutfi Pekalongan dan semua pihak yang merasa tersakiti oleh beliau. Saya kira baik sekali, hebat, semoga jadi akhir wafatnya sempurna," lanjutnya.

Yusuf Mansur juga mengungkap alasan jenazah Ustadz Maaher dimakamkan di Daarul Quran. Menurut dia, hal itu merupakan permintaan dari keluarga.

Sebelumnya, Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri dengan status tahanan kejaksaan. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan Maaher sempat mengeluh sakit selama menjalani masa tahanan.

Argo menjelaskan, sebelum berkas perkara tahap kedua diserahkan ke Kejaksaan, Maaher sudah mengeluh sakit. Dokter kemudian membawa Maaher untuk mendapatkan perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Setelah diobati dan dinyatakan sembuh yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim," kata Argo melalui keterangan tertulis, Senin (8/2). (ibh/ibh)