Kwik Kian Gie Takut Kritik Rezim, KSP: Pemerintah Tak Alergi Kritik

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 12:49 WIB
Donny Gahral
Donny Gahral (Alfons/detikcom)
Jakarta -

Pihak Kantor Staf Presiden (KSP) merespons pernyataan mantan Menteri Koordinator Ekonomi dan Industri, Kwik Kian Gie, yang merasa takut mengemukakan pendapat berbeda karena langsung diserang buzzer di media sosial. KSP menegaskan pemerintah tidak antikritik.

"Pertama, pemerintah tidak alergi kritik, setiap hari pemerintah dihujani kritik baik media mainstream, online, maupun sosial," kata Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian, kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).

Donny mengatakan ketakutan Kwik Kian Gie itu tak beralasan. Sebab, kata Donny, buzzer bukan representasi pemerintah.

"Kedua, pemerintah mampu membedakan mana kritik mana hasutan atau ujaran kebencian, kritik halal dalam demokrasi, sementara ujaran kebencian itu tindak pidana," kata Donny.

"Ketakutan Pak Kwik tidak beralasan, jika khawatir dengan buzzer, patut dicatat buzzer adalah buzzer dan bukan pemerintah, oposisi pun mempunyai buzzer-nya sendiri," sambung Donny.

Donny mengatakan respons setiap orang sering kali berbeda dalam menanggapi kicauan-kicauan di media sosial. Menurut Donny, banyak pejabat pemerintah juga yang mendapat kritik tajam di media sosial.

"Ya itu masalah pribadi beliau, ketahanan orang per orang terhadap serangan di media sosial berbeda-beda, Banyak pejabat pemerintah yang di media sosial juga dikecam dengan kata-kata kasar," kata Donny saat ditanya soal cuitan Kwik yang menyebut tidak nyaman dengan kata-kata kasar dan kotor.

Kwik Kian GieKwik Kian Gie (Zunita Amalia Putri/detikcom)

Pernyataan Kwik Kian Gie itu sebelumnya disampaikan lewat akun Twitter @kiangiekwik. Kwik khawatir usai mengemukakan pendapat berbeda dengan rezim akan langsung diserang buzzer di media sosial.

"Saya belum pernah setakut saat ini mengemukakan pendapat yang berbeda dengan maksud baik memberikan alternatif. Langsung saja di-buzzer habis-habisan, masalah pribadi diodal-adil," kata Kwik seperti dikutip CNNIndonesia.com dan sudah mendapat izin dari yang bersangkutan, Senin (8/2).

Kwik kemudian membandingkan saat dia menyampaikan kritik saat Soeharto berkuasa. Kwik mengaku leluasa melontarkan kritik ke rezim Orde Baru di kolom harian Kompas. Menurutnya, kritik yang dia sampaikan saat itu juga tergolong tajam.

"Kritik-kritik tajam, tidak sekalipun ada masalah," ujarnya.

Lihat juga Video "Kritik-kritik Tajam Amien Rais Untuk Pemerintahan Jokowi":

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)