Mahasiswa UII Yogya Serukan Boikot Produk Barat
Jumat, 10 Feb 2006 16:20 WIB
Yogyakarta - Aksi demo mengecam pemuatan gambar kartun Nabi Muhammad SAW terus terjadi di Yogyakarta. Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (KM-UII) Yogyakarta menyerukan untuk memboikot produk buatan Denmark, Prancis, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat yang memuat kartun tersebut.Aksi hari ini, Jumat (10/2/2006) digelar di perempatan jalan Jenderal Sudirman, sekitar 100 meter dari kampus UII. Selain menyerukan boikot, mahasiswa juga meminta pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Denmark."Permintaan maaf tidak cukup, tapi harus diikuti dengan pemutusan hubungan diplomatik," kata M. Choirofik, salah satu koordinator aksi saat berorasi.Meski pemerintah Indonesia sudah menyatakan protes keras terhadap Denmark, namun itu belumlah cukup. Sebab sampai hari ini, negara-negara yang memuat gambar tersebut tidak menyatakan bersalah dan permohonan maaf. "Jadi tak ada kata lain selain menyerukan boikot semua produk Denmark dan negara-negara yang ikut memuatnya," katanya. Menurut Rofik, berkali-kali negara-negara Barat telah melecehkan dan menghina umat Islam mulai dari kasus Salman Rushdi dengan The Satanic Verses dan beberapa karya film yang juga menghina dan melecehkan umat Islam. Terakhir kali dengan munculnya kartun gambar nabi di koran Jyllands-Posten, Denmark. Kemudian negara-negara lain seperti Prancis dan AS ikut memuatnya dengan alasan kebebasan berekspresi. "Itu tidak dibenarkan, umat Islam harus melawan dan menyatakan protes keras. Kekebasan itu tidak dengan menghina umat atau agama lain," katanya.Menurut Rofik, pembuat gambar kartun tersebut harus diadili. Koran-koran yang memuat gambar-gambar kartun tersebut juga harus dimusnahkan. Rofik juga menyatakan, Islam adalah agama cinta damai, bukan penuh kekerasan. Pencitraan kekerasan itu sengaja diciptakan oleh Barat karena tidak ingin bila Islam menjadi besar.Dia juga meminta agar umat Islam seluruh dunia bersatu dan menggalang solidaritas untuk melawan dan menyatakan protes atas pemuatan kartun. Sebab bukan tidak mungkin pemuatan gambar itu ada agenda tersendiri untuk menghancurkan Islam. "Jangan sampai terulang lagi umat Islam dilecehkan dan dihina. Bila masih terjadi harus kita lawan," teriak Rofik disambut gema takbir Allahu Akbar berkali-kali.Setelah menggelar aksi selama lebih kurang 1,5 jam serta membagi-bagikan beberapa selebaran kepada pemakai jalan yang melintas d sekitar Jl Sudirman dan Cik Ditiro, massa kemudian membubarkan diri. Peserta aksi yang semuanya adalah mahasiswa UII itu kemudian kembali ke kampus.
(nrl/)











































