Banjir di Wilayah Semarang Akibat Hujan Ekstrem, Ini Data BMKG

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Minggu, 07 Feb 2021 15:17 WIB
Kondisi banjir di Kota Semarang, Sabtu (6/2/2021) malam.
Kondisi banjir di Kota Semarang, Sabtu (6/2/2021) malam. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan lebat sampai ekstrem menjadi penyebab banjir di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Begini data BMKG.

"Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kota Semarang mencatat peta sebaran curah hujan harian Kota Semarang pada 6 Februari 2021, pukul 07.00 WIB, terukur hujan dengan intensitas lebat-ekstrem. Terukur curah hujan pukul 07.00 WIB di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani sebesar 171 mm," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Semarang, Sukasno, melalui keterangan tertulis, Minggu (7/2/2021).

Sukasno juga merinci curah hujan tertinggi dan terendah di titik yang ada di Semarang. Curah hujan tertinggi ada di Pos Hujan Beringin Kecamatan Ngaliyan, sementara yang terendah berada di Pos Hujan Meteseh, Kecamatan Tembalang.

"Curah hujan tertinggi terukur di Pos Hujan Beringin Kecamatan Ngaliyan dengan curah hujan 183 mm, sementara curah hujan terendah di Pos Hujan Meteseh, Kecamatan Tembalang, yang tercatat 69 mm," paparnya.

Lebih lanjut, hal ini disebabkan intensitas hujan yang terus meningkat. Berdasarkan data AWS Stasiun Klimatologi Semarang, hujan terukur sejak jam 00.10 WIB. Intensitas hujan mulai meningkat menjadi lebat hingga sangat lebat sejak pukul 02.10 WIB. Periode intensitas lebat sampai sangat lebat berlangsung sampai dengan pukul 05.30 WIB.

Selain itu, berdasarkan pengamatan pada Citra Satelit Himawari, awan konventif sudah mulai tumbuh pada 6 Februari 2021, pukul 02.00 WIB, dan semakin bertambah hingga menjelang pukul 07.00 WIB. Pertumbuhan awan tersebut memicu hujan yang terjadi di Kota Semarang dengan intensitas lebat sejak pukul 02.00 WIB, dan meningkat intensitasnya menjadi hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem pada pukul 05.00 WIB sampai 06.00 WIB, dan kemudian mulai menurun intensitasnya hingga pukul 07.00 WIB.

Banjir kali ini disebut cukup mengejutkan karena banyak titik yang sudah lama atau tidak pernah banjir tapi tergenang. Wali Kota Semarang Hendrar Pribadi atau Hendi mengatakan ada tiga faktor penyebab yaitu pertama karena hujan merata sehingga ada kiriman air dari Kabupaten Semarang.

"Kemudian drainase sekunder di perkotaan dan karena rob. Dulu bisa diatasi dengan pompa, embung, dan polder," jelas, Sabtu (6/2/2021).

Dia mengaku akan mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas pompa yang ada. Hendi mengatakan anggaran juga akan disiapkan untuk penanganan banjir.

"Beberapa pompa yang kita kelola juga harus dievaluasi. Agar ketika hujan intensitas tinggi bisa diatasi," ujarnya.

Hendi juga menjelaskan, dalam penanganan banjir kali ini, warga bergerak bersama saling membantu. Termasuk untuk dapur umum di sekitar daerah terdampak banjir.

"Dapur umum di Ngaliyan 3, Genuk ada 3, Pedurungan 2, lainnya sporadis, artinya ada bantuan masyarakat," pungkasnya.

Saksikan juga 'Tinjau di ST Tawang, Menhub Buat Langkah Antisipasi Banjir':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)