Petrokimia Beli 10 Unit GeNose dari UGM Senilai Rp 620 Juta

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 10:44 WIB
Petrokimia Gresik
Foto: Petrokimia
Jakarta -

Petrokimia Gresik (PG) membeli 10 unit GeNose C19 atau alat deteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) senilai Rp 620 juta. Alat ini akan digunakan untuk screening COVID-19 bagi karyawan organik (tetap) maupun nonorganik (tidak tetap) di Petrokimia Gresik.

Secara simbolis GeNose C19 diserahkan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Dr Paripurna kepada Komisaris Utama Petrokimia Gresik T Nugroho Purwanto beserta Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih di UGM Science Techno Park, Yogyakarta, kemarin.

"Ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan kami terhadap hasil riset anak bangsa. Petrokimia Gresik menjadi salah satu perusahaan di Indonesia yang menggunakan GeNose C19. Kami bangga dengan karya ini," ujar Nugroho dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/2/2021).

Disampaikannya, pengadaan GeNose C19 ini juga merupakan implementasi komitmen Petrokimia Gresik dalam memerangi COVID-19. Petrokimia Gresik, yang merupakan objek vital nasional (obvitnas), tidak boleh terganggu operasionalnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Terlebih sektor pertanian menjadi 'tulang punggung' pemulihan perekonomian nasional pada 2021.

"Petrokimia Gresik mendapatkan amanah penyaluran pupuk subsidi paling banyak di antara anggota holding Pupuk Indonesia lainnya, yaitu 4,9 juta ton. Langkah pencegahan atau deteksi dini COVID-19 menggunakan GeNose C19 semakin relevan di Petrokimia Gresik," tandas Nugroho.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyebut, untuk tahap awal, 10 unit GeNose C19 ini akan digunakan untuk screening COVID-19 bagi karyawan organik maupun nonorganik di Petrokimia Gresik sehingga upaya pencegahan penularan virus ini semakin ketat.

Ia menjelaskan Petrokimia Gresik hingga saat ini terus melakukan massive testing dan intensive tracing. Dengan hadirnya alat ini, metode antigen hanya digunakan untuk intensive tracing saja, sedangkan massive testing atau 'rapid massal' menggunakan GeNose C19.

"Sehingga diharapkan cakupan massive testing bisa lebih banyak dengan biaya yang lebih efisien," tandas Digna.

Digna juga menegaskan tidak ada keraguan sedikit pun Petrokimia Gresik untuk menggunakan GeNose C19 karena alat tersebut telah melalui uji diagnostik hingga izin edar telah dikeluarkan Kemenkes.

Berdasarkan hasil uji yang dilakukan UGM, akurasi alat ini mencapai 97 persen, sehingga sangat membantu Petrokimia Gresik dalam mencegah penularan COVID-19 di lingkungan perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini.

GeNose C19 merupakan alat deteksi COVID-19 dengan waktu pengecekan yang singkat, akurasi tinggi, dan biaya yang jauh lebih efisien. Alat ini mampu mengidentifikasi COVID-19 dengan cara mendeteksi volatile organic compound (VOC) yang terbentuk lantaran adanya infeksi COVID-19 yang keluar bersama napas.

Orang-orang yang akan diperiksa menggunakan GeNose C19, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus. Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC.

Kemudian data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil. Dalam waktu kurang dari 2 menit, GeNose C19 bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif COVID-19.

Terakhir, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Dr Paripurna berharap, ke depan, akurasi GeNose akan semakin tinggi serta dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit lain yang memiliki kemiripan yang sama, misalnya seperti penyakit TBC.

"Sehingga ke depan, pemilik alat ini tidak perlu membeli GeNose baru, cukup di-inject dengan sensor lain untuk dapat mendeteksi penyakit lainnya," tandasnya.

Simak Video: PT KAI Sediakan Layanan Tes GeNose di 4 Stasiun

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)