Membaca Manuver Moeldoko Ngopi Bareng Oposisi

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 15:57 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dituding hendak mengambil alih Partai Demokrat dan menjadi capres di Pemilu 2024. Moeldoko menjawab isu itu.
Moeldoko (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengakui bertemu dengan kader-kader Partai Demokrat (PD), yang notabene partai oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pantaskah?

"Sebetulnya silaturahim itu diperbolehkan selama tujuannya baik, maka baik juga silaturahimnya," kata pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Karena sudah tak lagi menjadi rahasia umum, Hendri menyarankan Moeldoko menjelaskan secara gamblang mengenai pertemuan dengan kader-kader Partai Demokrat. Sebab, kalau tidak, dia menilai hal itu akan berdampak buruh terhadap citra pemerintahan Presiden Jokowi.

"Makanya, karena sudah terbuka dan menjadi rahasia umum, sebaiknya dijelaskan terbuka saja serta gamblang. Sebab, makin ditutupi, maka makin besar misteri ini mengarah ke usaha pemerintah mengganggu stabilitas parpol," sebut Hendri.

Pertemuan antara Moeldoko dan kader-kader Demokrat disebut-sebut sebagai upaya kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Isu kudeta Demokrat ini kemudian menyeret nama Presiden Jokowi.

Hendri berpendapat isu kudeta Demokrat ini tidak perlu menyeret-nyeret Presiden Jokowi. Menurutnya, Jokowi bisa tidak diseret-seret jika ada penegasan dari Moeldoko bahwa tidak pernah ada restu dari Presiden Jokowi.

"Menurut saya, memang kasus ini tidak perlu menyentuh Presiden Jokowi dan menjadi ranah dinamika politik biasa. Syaratnya, Pak Moeldoko menjelaskan bahwa memang rumor yang mengatakan dia mendapat restu Presiden tidak benar," terang Hendri.

"Semoga setelah ini ada saling pengertian dan saling menghormati antara penguasa dan partai politik," imbuhnya.

Lebih jauh, Hendri mengapresiasi sikap Presiden Jokowi dalam menyikapi isu kudeta Demokrat. Partai Demokrat diketahui juga mengirimkan surat ke Istana untuk meminta penjelasan isu kudeta Demokrat.

"Presiden Jokowi sudah tepat mengambil posisi pada kasus ini, mengamati dari jauh dan boleh saja terpesona dengan kondisi politik Indonesia, termasuk isu usaha kudeta parpol ini," tutur Hendri.

Hendri juga menilai sah-sah saja jika benar Moeldoko terlibat dalam isu kudeta Demokrat, asal tidak terungkap ke publik. Namun kini publik sudah mengetahui sehingga, menurutnya, wajar jika imbasnya buruk bagi Moeldoko.

"Sebenarnya manuver Moeldoko bila benar terjadi sih hal wajar, asal jangan ketahuan. Kalau ketahuan zonk jadinya. Jadi wajar juga kalau banyak tuntutan mundur ke Moeldoko dari kubu Jokowi," pungkasnya.

Baca keterangan Moeldoko di halaman berikutnya.

Simak Video: Marzuki Alie Blak-blakan Kritik AHY dan SBY

[Gambas:Video 20detik]