Siram Anak Pakai Air Panas hingga Melepuh, Ibu di NTB Ditangkap Polisi

Faruk Nickyrawi - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 14:37 WIB
Pelaku penganiayaan bocah 10 tahun di Lombok Barat (Faruk Nickyrawi/detikcom)
Pelaku penganiayaan bocah 10 tahun di Lombok Barat. (Faruk Nickyrawi/detikcom)
Lombok Barat -

Seorang ibu di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menganiaya anak sendiri. Korban yang masih berusia 10 tahun itu disiram menggunakan air panas.

"Anak yang disiksa DW berinisial RG masih duduk di bangku kelas 4 SD berumur 10 tahun. RG dijambak rambutnya lalu dibenturkan kepalanya ke tembok, tak hanya itu RG disiram pundaknya dengan air panas yang ada di dalam termos sampai kulit RG melepuh dan kemerahan," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto pada detikcom, Jumat (5/2/2021).

Penganiayaan itu terjadi pada Januari 2021. Mengetahui hal tersebut, ibunda pelaku melaporkan anaknya ke polisi.

Polisi pun menangkap pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (27/1) lalu.

Pelaku mengaku tega menganiaya korban karena emosional. Pelaku kesal karena korban tak mau membuatkan makanan untuk adiknya.

"DW berbuat seperti itu karena kesal anaknya tidak mau membuatkan adiknya makanan, lalu menjambak dan membenturkan kepala anaknya ke tembok sebanyak tiga kali, tidak hanya itu dia juga tega melempar anaknya dengan panci lalu menyiramnya dengan air panas," jelas Artanto.

Polisi juga telah memeriksa kejiwaan pelaku. Namun, pelaku dinyatakan tak mengalami gangguan jiwa.

"Kondisi kejiwaan pelaku baik baik saja, dia melakukan perbuatan itu dalam keadaan sadar, sehingga dia kami tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Pelaku dijerat Pasal 80 ayat (1) dan ayat (4) jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan/atau Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda Rp 15 juta.

(isa/isa)