Anggota DPRD Dharmasraya yang Jadi Buron Polisi Boby Ade Saputra

Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 14:18 WIB
Dharmasraya -

Seorang anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menjadi buron polisi karena terlibat kasus penganiayaan yang berujung kematian salah seorang warga bernama Dani Kumara. Oknum anggota Dewan tersebut diketahui bernama Boby Ade Saputra, yang merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Iya (Boby Ade Saputra)," ujar Ketua DPW PKB Sumatera Barat Anggi Ermarini kepada wartawan, Jumat (5/2/2021). Anggi menjawab pertanyaan wartawan apakah betul anggota DPRD Dharmasraya yang menjadi buron polisi adalah Boby Ade Saputra.

Anggi mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan berkaitan dengan persoalan tersebut. "Saya sudah dapat laporan, terutama dari Sekretaris Dewan DPRD Dharmasraya, berkaitan dengan aktivitas kedewanan yang bersangkutan," kata Anggi.

Anggota DPR asal Jawa Timur yang juga Ketua Umum PP Fatayat NU itu menyatakan masih mempelajari kemungkinan sanksi PAW kepada Boby.

"Urusan PAW, jika syarat rukunnya (terpenuhi), kita akan lalui prosesnya," kata Anggi.

Boby sendiri masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Dharmasraya. Ia diduga terlibat dalam penganiayaan Dani Kumara. Insiden terjadi pada Juni 2020 hingga menyebabkan korban tewas.

Dalam aksinya, Boby tidak bertindak sendiri. Ia menganiaya korban bersama-sama di Koto Ranah, Dharmasraya, Sumatera Barat, terkait tudingan menjual anak salah satu pelaku.

Secara keseluruhan, ada 11 tersangka. Empat sudah ditangkap, sementara tujuh lainnya, termasuk Boby, masih menjadi buron.

"Dari 11 orang tersangka, Polres Dharmasraya sudah melakukan penangkapan dan penyidikan terhadap empat orang tersangka dan sudah dilakukan proses pengadilan," kata Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha.

Aksi pelaku melanggar Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke 3 juncto Pasal 351 ayat (3) KUHPidana tentang tindak pidana kekerasan terhadap orang atau penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan matinya orang.

(isa/isa)