Jelajah Virtual 'Jalan Buntu' yang Viral, Balik Kanan atau Lewati Kuburan?

Jelajah Virtual 'Jalan Buntu' yang Viral, Balik Kanan atau Lewati Kuburan?

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 07:37 WIB
Akses jalan buntu di Depok
Foto kiri: tangkapan layar Tiktok akun @terdalam_/foto kanan: tangkapan layar Google Maps)
Jakarta -

Video 'jalan buntu' di Depok, Jawa Barat, menghebohkan jagat maya. Sejumlah video yang diunggah akun @terdalam_ via TikTok sudah ditonton hingga jutaan kali.

Tayangannya mengundang gelak tawa lantaran sejumlah warga kecele, bahkan ada yang tetap ngotot melintas menuju arah kuburan. Padahal si perekam video selalu mengingatkan mereka sambil berucap 'jalan buntu'.

Sang pembuat video itu adalah Dani, sekaligus pemilik akun TikTok @terdalam_. Lokasi video 'jalan buntu' itu berada di Sawangan, Cinangka, Depok, Jawa Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk menjelajah 'jalan buntu' itu secara virtual via Google Maps. Bagaimana menemukan lokasinya? Cari melalui mesin pencari Google dengan menuliskan kalimat 'CEO of Jalan Buntu'.

Petunjuk kata kunci tersebut diperoleh dari salah satu tayangan video TikTok diunggah Dani pada Rabu 3 Februari 2020. Video yang direkam di ruang kebugaran itu ditempeli caption 'CEO OF JALAN BUNTU'.

ADVERTISEMENT
Akun CEO of Jalan BuntuAkun CEO of Jalan Buntu Foto: Tangkapan layar TikTok

Pada halaman pertama Google itu arahkan kursor atau klik ke peta digital di sebelah kanan layar ponsel atau laptop yang menampilkan kolom CEO JALAN BUNTU. Kini masuk Google Maps, lalu klik fotonya. Otomatis diarahkan langsung ke visual lokasi 'Jalan Buntu'. Cara lainnya, masukan kata kunci 'CEO of Jalan Buntu' di kolom pencarian Google Maps. Mari jelajah jalan buntu! Balik kanan atau lewati kuburan?

Bisa juga dilihat di Google Map ini:


Salah satu video viral TikTok 'Jalan Buntu' direkam Dani yaitu ondel-ondel dan dua pemuda saat melewati akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Parakan. Video tersebut ditonton jutaan kali.

detikcom memastikan lokasi Dani merekam momen tersebut dengan mencocokkan suasana jalan pada video viral dan gambar dari Google Maps. Gambar yang didokumentasikan Google Maps di area 'Jalan Buntu' ini diambil pada Mei 2019.

Ada beberapa perbedaan suasana gambar dua tahun lalu yang direkam Google Maps dengan visual terbaru dalam video Dani. Terutama coretan-coretan di tembok jalan itu, yakni tulisan 'SMP 25'. Di video viral, coretan cat tersebut jelas terlihat, sedangkan di gambar Google Maps tidak ada. Artinya coretan 'SMP 25' muncul setelah Google Maps merekam daerah 'Jalan Buntu' ini.

Akses 'jalan buntu' di DepokAkses 'jalan buntu' di Depok Foto: (foto kiri: tangkapan layar Tiktok akun @terdalam_/foto kanan: tangkapan layar Google Maps)

Kesamaan video viral dan gambar Google Maps ini ialah coretan bertulis 'Parakan'. Coretan cat itu menghiasi tembok batako. Hal sama lainnya yakni tembok kiri dan kanan di area 'Jalan Buntu.

Akses 'jalan buntu' di DepokAkses 'jalan buntu' di Depok Foto: (foto kiri: tangkapan layar Tiktok akun @terdalam_/foto kanan: tangkapan layar Google Maps)


Dani telah menceritakan kepada detikcom soal videonya yang viral. Awalnya ia membuat video itu untuk mengisi kekosongan waktu saat masa pandemi. Cerita lengkapnya dapat disimak di halaman berikutnya.

Lihat juga video 'Sempat Dikabarkan Rusak Parah, Jl. Caman Raya Bekasi Kembali Mulus':

[Gambas:Video 20detik]



Dani, yang baru tinggal 1 tahun 6 bulan di wilayah itu, akhirnya memutuskan melakukan eksplorasi. Tujuannya sederhana, hanya ingin mengenal wilayah tempat tinggalnya.

"Sebelum pandemi, saya nggak tahu wilayah saya apa, semenjak itu ada waktu luang barulah eksplor, jadi tahu, kemudian saya sedikit riset apa sih yang bikin salah jalan, seberapa banyak yang salah jalan," ujar Dani saat dihubungi, Kamis (4/2/2021).

Dani mengatakan TPU 'jalan buntu' di ujung jalan itu sudah lama ada. Dan memang dari sebelum dia tinggal di sana tidak ada plang penanda terkait pemakaman di sana. "Ini TPU kan tanah kotak yang sudah turun-temurun. Si TPU nih dari dulu memang nggak ada tanda penunjuk, ini TPU ini kalau mau dibilang, Kalau ke kampung ada TPU dan nggak ada tandanya," paparnya.

Dari situ, Dani kemudian meminta izin ke RT setempat untuk membuat video social experiment. Dia melihat sisi unik di jalan depan kediamannya sampai-sampai banyak warga yang salah jalan.

"Cuma saya kemasnya dengan kemasan jalan buntu. Saya pengen tahu kemasan jalan buntu berhasil apa nggak, jadi saya bilang jalan buntu. Padahal nggak buntu-buntu juga. sebetulnya saya kemasannya di jalan buntu," tuturnya.

"Saya di awal buat konten ini cuma buat mengenalkan wilayah saya, untuk mengedukasi tingkat kepercayaan masyarakat itu masih banyak atau sudah rendah, dan cuma hiburan," ujar Dani menambahkan.

Halaman 2 dari 2
(bbn/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads