Inteli Tim DPR, Dir Intelkam Polda Metro Dicopot
Jumat, 10 Feb 2006 00:28 WIB
Jakarta - Gonjang-ganjing surat perintah pengintelan terhadap tim investigasi impor beras, akhirnya berujung pemecatan. Direktur Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Metro, Kombes Pol Handoko dicopot dari jabatannya."Pergantian ini dimaksudkan agar kerja intelijen polisi semakin profesional ke depannya. Tidak terjadi lagi hal yang sama. Agar intel betul-betul mengerti tugasnya dan tidak ceroboh," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2006). Handoko sebelumnya telah diperiksa sejak Kamis siang (9/2/2006). Keputusan pergantian pun langsung diambil. Posisi Dir Intelkam kemudian diberikan kepada Kombes Pol Drs. Suparni Parto yang sebelumnya menjadi staf deputi operasi Kapolri. "Pelantikan akan segera dilakukan secepatnya," ujar Anton yang mengaku belum mengetahui nasib selanjutnya dari Handoko ini. Menurutnya, pelanggaran yang dikenakan Handoko masih pada kode etik profesinya sebagai Direktur Intelkam. Demikian pula dengan nasib 5 anggota pimpinan Handoko. "Kelimanya akan diperiksa karena kecerobohannya. Mereka juga akan ditinjau apakah masih layak pada fungsi intelkam atau tidak," imbuh Anton.Anton menambahkan, pengintelan merupakan program rutin aparat intelkam dengan tujuan mengikuti perkembangan. Namun, kesalahan dari tim intelkam ini ialah membidik 2 fraksi secara langsung dan metode pengintelannya dinilai tidak profesional. "Kesalahannya langsung bertanya kayak mau nangkap. Intelijen nggak begitu," tandas Anton.
(wiq/)










































