Pengakuan Kader PD Ikut Pertemuan Kudeta: Ada Nazaruddin dan Moeldoko

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 12:36 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan saat akan memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
AHY mengaku ada upaya kudeta terhadap dirinya dan Partai Demokrat. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta -

Partai Demokrat diterjang huru-hara isu kudeta terhadap pimpinan mereka, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Pertemuan 'kudeta' ini disebut Partai Demokrat terjadi di hotel berbintang di daerah Jakarta Selatan.

Dokumen berita acara pemeriksaan Partai Demokrat yang diterima wartawan, Kamis (4/2/2021), menjabarkan pengakuan salah seorang kader partai di Kalimantan Selatan yang hadir dalam pertemuan di hotel pada 27 Januari 2021. Dia mengaku ada beberapa pengurus partai tingkat cabang di Kalimantan Selatan yang juga ikut dalam pertemuan tersebut.

Pengurus partai ini mengaku mulanya diundang ke Jakarta terkait dana bencana oleh Jhoni Allen Marbun, namun dia kaget ada Nazaruddin di sana, tepatnya di ruangan 2805. Dalam pertemuan di kamar 2805 ini, Nazaruddin disebutkan menjelaskan soal 260 DPD dan DPC yang telah terkumpul untuk menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB). Nazaruddin, kata dia, menyebut masih kurang 100 lebih DPD dan DPC untuk menjalankan agenda itu.

Selain itu, Jhoni Allen Marbun disebutkan menyampaikan Demokrat harus berada di posisi kedua dan itu bisa terwujud jika Moeldoko memimpin partai.

Selanjutnya, pengurus partai ini mengaku diajak pindah dari ruang 2805 ke ruang 2809. Di sana, katanya, sudah ada Moeldoko.

Kader itu menyebut Moeldoko menyampaikan akan maju menjadi Ketum PD dan siap membesarkan partai. Moeldoko, dalam BAP kader Partai Demokrat itu, disebutkan meminta dukungan dari DPC dan DPD untuk KLB.

Bantahan Moeldoko

Pada konferensi pers 1 Februari 2021, Moeldoko sebelumnya menegaskan menerima berbondong-bondong orang di rumahnya. Moeldoko saat itu tak menyebutkan atribusi orang-orang yang disebutnya itu.

Pada Rabu (3/1), Moeldoko mengakui memang pernah mengadakan pertemuan di hotel. Dia menegaskan dirinya diajak bertemu, bukan yang mengajak. "Beberapa kali (pertemuan) di rumah saya. Ya ada di hotel, ada di mana-mana. Nggak terlalu pentinglah itu. Intinya aku datang diajak ketemu, ya," kata Meoldoko saat konferensi pers di Jalan Terusan Lembang, Jakarta Pusat.

Namun Moeldoko tak menjelaskan berapa kali melakukan pertemuan dengan kader-kader Partai Demokrat di sebuah hotel. Soal siapa saja kader Partai Demokrat yang menemuinya juga tak dia jelaskan. Moeldoko hanya menambahkan dia juga menerima tamu saat berada di kantor.

Selain itu, Moeldoko menganggap permasalahan ini dagelan. Dia juga menegaskan KLB urusan partainya, bukan orang luar sepertinya.

"Saya ini orang luar, nggak punya hak apa-apa, gitu loh. Yang punya hak (KLB) kan mereka di dalam (partai). Apa urusannya? Nggak ada urusannya. Wong saya orang luar, nggak ngerti-lah," sebut Moeldoko.

Saksikan video 'Soal Pertemuan Moeldoko dengan Kader PD':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)