Celetukan Anggota DPR di Rapat: Minta Dukun Ikut Cari CVR Sriwijaya Air

ADVERTISEMENT

Celetukan Anggota DPR di Rapat: Minta Dukun Ikut Cari CVR Sriwijaya Air

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 11:26 WIB
Anggota Fraksi NasDem Tamanuri
Tamanuri (Foto: dok. NasDem)
Jakarta -

Pencarian cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu belum juga membuahkan hasil. Di tengah nihilnya hasil, anggota Komisi V DPR mengusulkan agar tim pencari melibatkan dukun.

Adalah Tamanuri, anggota Komisi V DPR dari Fraksi NasDem, yang mengusulkan pelibatan dukung. Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Lampung II ini menilai urusan pencarian ini tidak sulit.

"Pencarian CVR secara manual sekarang, nyelam ke bawah, cari di dalam dasar laut, itu di dalam lumpur segala macam, sedangkan kita sudah gunakan peralatan canggih juga belum ketemu. Nah, ini kita gunakan secara manual untuk mencarinya," kata Tamanuri ketika rapat Komisi V DPR bersama KNKT, Rabu (3/2) kemarin.

"Ini kita tambah sajalah, kita tambah dukun saja, gampang itu, di mana kira-kira. Jadi dengan menggunakan jasa perdukunan, mudah-mudahan bisa ketemu itu," imbuhnya.

Tamanuri tampak menaruh perhatian besar soal kecelakaan pesawat tersebut. Dia juga meminta penyelidikan lebih jauh soal belokan misterius pesawat nahas tersebut.

"Kemudian selesaikan juga nih, pilot kapal terbangnya tidak ikuti petunjuk ATC. Jadi dia kok belok ke kiri, kenapa jadi begitu? Biasanya kita tuh selalu komunikasi dengan bawah. Nah ini perlu keterangan supaya lebih jelas," tutur mantan Bupati Way Kanan, Lampung, ini.

Pernyataan Tamanuri, khususnya soal pelibatan dukun, tak ditanggapi langsung oleh KNKT. Dalam rapat kerja tersebut, KNKT menyampaikan analisis terkait temuan puing pesawat.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono awalnya menyampaikan terkait puing-puing pesawat yang ditemukan sejauh ini. Dia menyebut puing Sriwijya Air SJ182 tersebar pada radius 80 meter dan 110 meter di kedalaman 16-23 meter.

"Menurut data tim SAR gabungan, puing tersebar di wilayah sebesar 80 meter dan panjang 110 meter pada kedalaman 16-23 meter. Bagian pesawat ditemukan berupa instrumen pesawat di ruang kemudi, beberapa bagian roda utama, bagian sayap, bagian mesin, bagian kabin penumpang, dan bagian ekor, bagian-bagian ini wakili seluruh bagian pesawat dari depan sampai belakang," kata Soerjanto saat pemaparan.

Soerjanto lantas menjelaskan kondisi puing-puing pesawat tersebut. Menurutnya, tidak ada ledakan yang terjadi sebelum pesawat menabrak air.

"Luas sebaran yang ditemukan bagian pesawat dari depan sampai belakang konsisten dengan bukti bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air. Jadi ada yang mengatakan pesawat pecah di atas udara itu tidak benar. Pesawat secara utuh sampai membentur air, tidak ada pecah di udara," ucapnya.

Tonton video 'Kronologi Sriwijaya Air SJ182 Sebelum Hilang dari Radar':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT