Dituduh Otaki Bom Riau, Azlaini Ngaku Diperiksa Jadi Saksi
Kamis, 09 Feb 2006 18:42 WIB
Jakarta -
Anggota Komisi III DPR RI, Azlaini Agus, dilaporkan ke Mabes Polri dengan tuduhan sebagai otak peledakan bom di Kepulauan Riau (Kepri). Azlaini mengaku dirinya pernah diperiksa dan statusnya hanya sebagai saksi.Demikian disampaikan oleh Azlaini Agus, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN, kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2006).Azlaini dilaporkan ke Mabes Polri oleh pelaku peledakan bom saat pelantikan Bupati Kepulauan Riau Huzrin Hood, Yusri Sabri. Dia melaporkan Azlaini karena selama ini masih bebas dan tidak tersentuh hukum. Sedangkan dirinya menjalani hukuman 11 bulan 14 hari."Pada tahun 2000 Yusri Sabri itu tertangkap. Dia itu mau meledakkan bom atau molotov. Saat ditangkapan dia bilang bahwa saya yang membiayai dan saya sudah diperiksa dua kali sebagai saksi," cerita Azlaini Agus.Pada kasus yang sama tahun 2001, Azlaini ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus penghasutan. "Tapi menurut pengacara saya, tidak ada saksi dan sampai saat ini saya tidak tahu kenapa Kejati Riau tidak menindaklanjuti kasus itu," ujar perempuan tersebut.Ketika ditanyakan soal pengaduan Yusri Sabri ke Mabes Polri, Azlaini berpendapat, ada pihak-pihak tertentu sengaja ingin menghentikan berbagai langkah yang saat ini tengah dilakukannya."Saya berpendapat, ini adalah motif untuk menghentikan saya. Tentu mereka yang merasa dirugikan akan melakukan berbagai cara. Selama satu bulan terakhir ini saya memang mendapat tekanan yang luar biasa," kata dia.Apa langkah Azlaini? "Pertama saya saat ini memang memperjuangkan pemekaran Kabupaten Mandau dan Meranti. Ya karena saya hanya meneruskan aspirasi rakyat, ternyata ada yang terganggu dan tidak suka dengan usaha ini."Kedua, Azlaini mengaku sedang gencar mengungkap kasus korupsi di Riau. "Saya mendesak Kejati Riau untuk memberikan perhatian khusus pada kasus korupsi terutama megaproyek. Ya kalau memang alat bukti tidak cukup, saya minta diumumkan ke masyarakat," ujar dia tanpa menyebutkan proyek apa saja yang dimaksud megaproyek itu.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































