Round-Up

Isu Kudeta Demokrat di Antara 2 Jenderal Adhi Makayasa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 08:54 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dituding hendak mengambil alih Partai Demokrat dan menjadi capres di Pemilu 2024. Moeldoko menjawab isu itu.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Agung Pambudhy/detikcom)

Moeldoko mengakui memang pernah mengadakan pertemuan di hotel. Tetapi Moeldoko tak menjelaskan berapa kali melakukan pertemuan dengan kader-kader Partai Demokrat di sebuah hotel. Soal siapa saja kader Partai Demokrat yang menemuinya juga tak dia jelaskan. Moeldoko juga menegaskan pertemuannya itu bukan terkait kongres luar biasa (KLB) untuk melengserkan AHY.

"Saya ini orang luar, nggak punya hak apa-apa, gitu loh. Yang punya hak (KLB) kan mereka di dalam (partai). Apa urusannya? Nggak ada urusannya. Wong saya orang luar, nggak ngerti-lah," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Moeldoko kemudian mengungkap bukan hanya dia yang pernah ditemui kader Partai Demokrat. Moeldoko menyebut nama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

"Jadi dinamika dalam sebuah partai politik itu biasa, ya, seperti itu. Dan Pak, apa itu, LBP juga pernah cerita sama saya, 'Oh, saya juga didatangi oleh mereka-mereka', case-nya juga sama. Tapi nggak ribut begini," jelas dia.

Juru bicara (jubir) Luhut, Jodi Mahardi, membenarkan pernyataan Moeldoko. Tapi membantah pertemuan itu terkait kudeta.

Jodi menjelaskan pertemuan Luhut dengan kader Demokrat kala itu tidak direncanakan. Pembahasannya pun tidak ada kaitannya dengan isu kudeta Partai Demokrat seperti yang sekarang berembus.

"Waktu itu Pak Luhut pun terima tidak diagendakan atau direncanakan. Pak Luhut kan orangnya terbuka saja, apalagi ada salah satu yang hadir itu temannya," sebut Jodi.

"Pembicaraannya nggak terkait dengan kudeta-kudetaan. Pak Luhut waktu itu juga pernah terima AHY dan timnya di kediaman. Silaturahminya baik dengan Pak SBY dan AHY," imbuhnya.

Halaman

(idn/aud)