Round-Up

Akhir Kisah Jeni Hia Diminta Berjilbab ke Sekolah

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 05:28 WIB
SMK Negeri 2 Padang (Jeka-detikcom)
Foto: SMK Negeri 2 Padang (Jeka/detikcom)
Jakarta -

Jeni Cahyani Hia, siswi nonmuslim di Kota Padang, Sumatera Barat kini bisa bersekolah tanpa ada permintaan berjilbab. Kepala sekolah tempat Jeni Hia menempuh pendidikan sudah minta maaf. Bahkan, pemerintah kini mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah.

Kisah Jeni Hia ini bermula saat video viral yang berisi orang tuanya beradu argumen dengan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Padang. Video itu unggah sang ibu, Elianu Hia di laman Facebooknya

Elianu menjelaskan dirinya dan Jeni Hia merupakan nonmuslim. Mereka mempertanyakan mengapa sekolah negeri membuat aturan siswi nonmuslim mengenakan jilbab.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri," demikian ucap Elianu, seperti dilihat detikcom, Jumat (22/1/2021).

Sekolah bersikukuh penggunaan jilbab merupakan aturan sekolah. Pihak sekolah juga menunjukkan surat pernyataan yang disebut diteken orang tua saat anaknya hendak masuk sekolah.

"Ini tentunya menjadi janggal bagi guru-guru dan pihak sekolah ketika ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah. Kan di awal kita sudah sepakat," kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Zikri.

Aturan sekolah ini pun mendapat sorotan berbagai pihak. Aturan Kepala SMKN 2 Padang dinilai tidak Pancasilais.

"Yang jelas, aturan kepala sekolah di atas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan harus segera dicabut," kata Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono, kepada detikcom, Jumat (22/1/2021).

Hariyono menjelaskan tugas pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa agar anak memiliki kesadaran sebagai warga negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus tertanam sejak dini lewat pendidikan.

"Setiap lembaga pendidikan (terutama sekolah dan perguruan tinggi) mempunyai tanggung jawab mengenalkan, merawat, dan mengamankan nilai-nilai Pancasila," kata Hariyono.

Persoalan Jeni Hia ini juga mendapat perhatian dari anggota dewan di Senayan. Komisi X DPR RI prihatin dan menilai kejadian itu sebagai sikap intoleran.

"Kami sangat prihatin dengan fenomena maraknya sikap intoleran di lembaga-lembaga pendidikan milik pemerintah. Banyak tenaga pendidik yang tidak tepat dalam mengajarkan semangat keberagamaan di kalangan siswa," ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Tonton video 'Menag: Masih Banyak Pemaksaan Atribut Tak Sesuai di Sekolah-sekolah':

[Gambas:Video 20detik]



Simak soal ada siswi nonmuslim lain yang diminta berjilbab, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3