SKB 3 Menteri untuk Sekolah Negeri, Tito: Seragam Harus Cerminkan Toleransi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 17:16 WIB
Mendagri Tito Karnavian (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Mendagri Tito Karnavian (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta - Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas meneken surat keputusan bersama (SKB), yang salah satunya mengatur tentang murid dan guru di sekolah negeri berhak memilih seragam yang dikenakan tanpa kekhususan agama. Tito mengatakan seragam sekolah dan atributnya harus mencerminkan toleransi agama.

"Dengan demikian, pengaturan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan sebagai salah satu komponen pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, haruslah mencerminkan moderasi keagamaan dan toleransi atas keragaman agama," kata Tito dalam jumpa pers virtual, Rabu (3/2/2021).

Lebih lanjut Tito mengatakan jenjang pendidikan dasar merupakan urusan pemerintah kabupaten/kota, sedangkan pendidikan menengah dan atas merupakan urusan pemerintah provinsi. Tito berharap para kepala daerah dapat melakukan penyesuaian terkait kebijakan tersebut.

"Tentunya diharapkan sesuai dengan keputusan 3 menteri ini dan jika nanti akan mungkin sesuai untuk segera menyesuaikan," ujarnya.

Ia mengingatkan akan ada sanksi jika melanggar SKB 3 menteri tersebut. Tito menyebut Kemendagri, Kemendikbud, Kemenag, dan pemerintah daerah menekankan pentingnya pendidikan karakter yang sesuai nilai Pancasila, yang merupakan fondasi NKRI.

"Saya juga mengingatkan terdapat sejumlah aturan yang dapat diberikan sanksi kepada pihak-pihak yang tidak sesuai dengan keputusan 3 menteri ini," kata Tito.

Tito mengatakan sejatinya sekolah berfungsi membentuk wawasan, sikap, dan karakter peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk menyemai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, toleransi, dan menjunjung tinggi sikap saling menghormati di tengah berbagai perbedaan latar belakang agama dan budaya.

"Untuk itulah saya ingin mengingatkan tujuan penerbitan SKB 3 menteri ini bahwa sekolah memiliki peran penting dan tanggung jawab dalam menjaga eksistensi ideologi dan konsensus dasar negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, keutuhan NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat keputusan bersama (SKB) terkait penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah. SKB 3 menteri itu salah satunya mengatur tentang murid dan guru di sekolah negeri yang berhak memilih seragam yang dikenakan.

"Kunci utama dari SKB ini adalah para murid dan para tenaga kependidikan adalah yang berhak memilih antara: a. Seragam dan atribut tanpa kekhususan agama atau b. Seragam dan atribut dengan kekhususan agama," kata Mendikbud Nadiem dalam jumpa pers virtual, Rabu (3/2/2021).

Nadiem mengatakan, penekanan dalam SKB ini adalah bahwa penggunaan seragam dengan atau tanpa kekhususan keagamaan merupakan hak masing-masing individu. Pemerintah daerah maupun sekolah dilarang melarang atau mewajibkan. (yld/imk)