Kapolda Metro-Gubernur DKI Luncurkan Program 'Jakarta Bermasker'

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 13:11 WIB
Kapolda Metro Irjen Fadil Imran luncurkan program Jakarta Bermasker
Kapolda Metro Irjen Fadil Imran luncurkan program 'Jakarta Bermasker' (Yogi/detikcom)
Jakarta - Upaya menekan angka penyebaran virus Corona di Jakarta terus dilakukan sejumlah pihak. Hari ini Kapolda Metro Jaya hingga Gubernur DKI Jakarta meluncurkan gerakan 'Jakarta Bermasker'.

Peluncuran gerakan 'Jakarta Bermasker' diikuti oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjend TNI Dudung Abdurrachman, hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Acara peluncuran program 'Jakarta Bermasker' digelar di Gedung Promoter Polda Metro Jaya.

"Kami Forkopimda DKI yang juga diikuti oleh Forkopimda wilayah penyanggah DKI, Wali Kota Tangerang, Wali Kota Tangsel, Wali Kota Depok, Wali Kota Bekasi Kota, dan Bupati Bekasi kita me-launching kembali gerakan Jakarta Bermasker yang tadi diikuti sekitar 413 kampung tangguh yang berbasis komunitas," kata Irjen Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Fadil berharap, lewat gerakan 'Jakarta Bermasker' ini, masyarakat semakin sadar untuk terus memakai masker selama pandemi virus Corona. Dia menyebut tindakan itu pada akhirnya diharapkan mampu menekan angka penyebaran COVID-19.

"Diharapkan dengan mengingatkan kembali bagaimana menggunakan masker yang benar angka kasus aktif setiap harinya bisa kita kurangi," ujar Fadil.

Sementara itu, Anies Baswedan menambahkan penggunaan masker yang disiplin di masyarakat dinilai bisa menjadi cara paling mudah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Dia menyebut pihaknya di jajaran Pemprov DKI Jakarta akan mendukung penuh gerakan Jakarta Bermasker tersebut.

"Saat ini alat paling efektif untuk memotong mata rantai itu adalah dengan melaksanakan 3M dan dalam pikiran ini ada unsur memakai masker. Karena itulah kita mengkampanyekan terus menerus kepada warga se-Jabodetabek agar lebih disiplin, lebih konsisten dan insyaallah ini akan bisa memutus mata rantai tersebut," pungkas Anies.

(ygs/mea)