Bela Negara dengan Ikut Komponen Cadangan, Apa yang Harus Diketahui?

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 12:23 WIB
Kemhan
Foto: Kemhan
Jakarta -

Bela negara menjadi salah satu kewajiban warga negara terhadap negara Republik Indonesia. Layaknya TNI dan Polri, kini masyarakat Indonesia dari segala latar belakang pun dapat ikut berkontribusi bela negara melalui seleksi Komponen Cadangan (Komcad).

Adapun seleksi Komcad telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) hingga Komponen Cadangan, serta ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Setiap warga negara yang berusia 18-35 tahun, dengan latar belakang apa saja yang memenuhi persyaratan bisa secara sukarela mendaftar menjadi anggota Komcad," demikian yang disampaikan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Pertahanan dalam website resminya, Rabu (3/2/2021).

Meskipun telah diatur dalam PP, Kemhan menjelaskan tidak semua warga negara Indonesia diwajibkan untuk mengikuti seleksi komponen cadangan (Komcad). Sehingga, seleksi Komponen Cadangan merupakan hak bagi yang ingin sukarela berpartisipasi.

"Komponen Cadangan bukan wajib militer. Komponen Cadangan adalah salah satu program sukarela (tidak wajib) yang diamanatkan oleh UU No. 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara," jelas Kemhan dalam website resminya.

Selain itu, Kemhan menyebut bahwa tidak ada paksaan bagi warga negara untuk mengikuti seleksi Komcad sehingga sehingga tidak ada pelanggaran HAM dalam pembentukannya. Bahkan, Komcad adalah implementasi nilai-nilai demokrasi, yang membebaskan warga negara memilih jalan dan cara pengabdian dalam bela negara.
Lalu siapa sajakah komponen cadangan yang dimaksud dalam PP tersebut? Di dalam pasal 48 PP, komponen cadangan terdiri atas warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional.

Bila merujuk ke Pasal 49 ayat 1, pembentukan komponen cadangan dari unsur Warga Negara akan dikelompokkan menjadi komponen cadangan matra darat, laut, dan juga udara. Adapun seluruh komponen ini akan dipersiapkan untuk membantu negara dalam kondisi darurat di bawah ancaman perang atau bencana alam.

"Pembentukan komponen cadangan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) terdiri atas tahapan: pendaftaran, seleksi, pelatihan dasar kemiliteran, dan penetapan," demikian bunyi Pasal 49 PP ayat 2.

Lebih lanjut di Pasal 54 PP, bagi warga yang lolos seleksi menjadi Komcad diwajibkan untuk mengikuti pelatihan dasar kemiliteran selama 3 bulan. Dilanjutkan pada Pasal 55 ayat 2, pelatihan dasar kemiliteran tersebut akan dilakukan pada lembaga pendidikan di lingkungan TNI atau kesatuan TNI.

Adapun pelatihan tersebut bertujuan membentuk Komcad agar siap sedia dan terorganisir dengan baik, serta memiliki kemampuan dasar militer yang terlatih. Hal ini mengingat Komcad akan dipersiapkan untuk membantu komponen utama, yakni TNI. Namun, mobilisasi Komcad hanya bisa dilakukan oleh Presiden atas persetujuan DPR RI.

Selain mendapat pelatihan, setiap WNI yang berpartisipasi mengikuti Komcad juga akan mendapat beberapa fasilitas selama pelatihan. Pada pasal 56 PP disebutkan selama mengikuti pelatihan, calon Komcad berhak memperoleh uang saku, serta serta perlengkapan perorangan lapangan, yaitu pakaian dinas lapangan, sepatu lapangan, topi lapangan dan ransel tempur, perawatan kesehatan, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

"Besaran uang saku yang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan atas usulan menteri," bunyi Pasal 56 ayat 2.

Tak hanya itu, Kemhan juga menyebut bagi calon anggota Komcad yang merupakan ASN atau karyawan swasta akan tetap mendapatkan hak dari instansi masing-masing.

"Selama masa pelatihan, bila calon anggota Komcad tersebut berprofesi sebagai ASN atau karyawan swasta, akan tetap mendapatkan haknya dari instansi tempat mereka bekerja. Bila anggota Komcad tersebut adalah mahasiswa maka mereka tetap memperoleh hak mereka sebagai mahasiswa," jelas Kemhan dalam situs resminya.

Setelah nantinya sah menjadi Komcad, para WNI yang mendaftar tersebut juga akan mendapatkan beberapa keuntungan. Di dalam pasal 61 ayat 1, menyebutkan setiap Komponen Cadangan yang telah dilantik dan mengucapkan sumpah/janji berhak mendapatkan beberapa keuntungan di antaranya:

1. Uang saku selama menjalani pelatihan;
2. Tunjangan operasi pada saat mobilisasi;
3. Rawatan kesehatan;
4. Perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian; dan
5. Penghargaan.



Simak Video "Alasan Indonesia Tak Akan Pakai Pendekatan Militer di Natuna"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)