Sempat Diajak, Ruhut Sitompul Ungkap Gerakan Kudeta di Internal PD

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 12:13 WIB
Ruhut Sitompul
Ruhut Sitompul (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, berbicara terkait gerakan kudeta terhadap Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ruhut menyebut dirinya sempat diajak untuk bersaksi terkait persoalan yang ada di Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

Awalnya Ruhut bercerita banyak kader Partai Demokrat yang akhir-akhir ini mendatangi dirinya. Kader-kader itu, kata Ruhut, menceritakan kondisi Partai Demokrat yang berbeda saat ini.

"Iya menurut aku kader-kader itu banyak datang ke saya juga, jadi yang bikin ramai-ramai baik itu yang ada di daerah, begitu juga di pusat, mereka merasa PD sekarang beda dengan zaman Abang waktu itu," kata Ruhut, kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Ruhut lantas mengungkap sejumlah keluhan dari para kader terkait Partai Demokrat. Keluhan tersebut, kata Ruhut, timbul saat AHY menjadi ketua umum.

"'Kenapa?' Saya bilang. Contohnya ini kalau orang daerah, 'Kalau DPP datang kami dibebani membiayai,' nah sedangkan perlu aku sampaikan kalau dulu aku keliling semua kabupaten/kota dan provinsi, jadi aku hampir 500 itu datang ke kabupaten/kota, nah itu biaya kami (DPP), nggak pernah membebani daerah, nah begitu juga pilkada-pilkadanya, jadi mereka banyak ngeluh ya, harus bayar ke DPP di era AHY sekarang ini," ucap Ruhut.

"Belum lagi lingkungan AHY hanya tahu menjilat aja, begitu juga kawan-kawan yang di provinsi dan kawan-kawan di pusat, mereka banyak mengeluh 'ini sudah seperti kerajaan saja' mereka bilang begitu," imbuhnya.

Ruhut, yang saat ini seorang politikus PDIP, bahkan mengaku sempat diajak menjadi saksi dalam masalah internal itu.

"Nah bahkan mereka minta, 'Bang, Abang dong yang mesti kasih kesaksian, kan Abang dulu siapa yang nggak tahu, Menkopolhukam-nya Partai Demokrat, Abang koordinator juru bicara Partai Demokrat,' kan gitu ya," ujar Ruhut.

Atas dasar itulah, akhirnya gerakan-gerakan kudeta di tubuh internal Partai Demokrat pun terjadi. Ruhut menyebut ada upaya pengumpulan kekuatan untuk mengkudeta AHY.

"Oh iya (ada ketidaknyamanan), mereka tetap sampai tadi malam menghubungi saya, 'kami tetap ingin kongres luar biasa (KLB), kami menganggap yang bisa menyelamatkan ini Pak Moeldoko', mereka bilang begitu. 'Jadi kami yang ke Pak Moeldoko, bukan Pak Moeldoko ke kami,' kata mereka. Tapi memang aku mohonlah ini AHY dan para pendukungnya blunder, kenapa? Kalau ada masalah jangan dibawa ke luar, ini akhirnya siapa yang kira, aku aja kaget oh rupanya sedemikian parah, walaupun mereka-mereka (awalnya) datang ke saya, cuma saya kira oh barisan sakit hati aja, (tapi ternyata) ini mereka mengumpulkan kekuatan," jelas Ruhut.

Lebih jauh, Ruhut juga mengomentari terkait 5 nama, yakni M Nazaruddin, Marzuki Alie, Jhoni Allen Marbun, Darmizal, hingga Max Sopacua. Dia memastikan kelima orang tersebut merupakan pendiri partai yang dulu tak saling cocok tapi sekarang kompak melakukan kudeta.

"Oh iya yang lama-lama itu orang berprestasi loh, jadi mereka pendiri loh, jadi saya bisa mengerti walau mereka sebetulnya tak saling cocok, kok sekarang jadi kompak, makanya saya ketawa juga," sebutnya.

Simak Video: PD Ungkap DPC Dijanjikan Rp 100 Juta untuk Dana Operasi 'Kudeta'

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2