"Korban warga negara asing dari Myanmar, hasil koordinasi kami dengan dokpol untuk sementara gantung diri, tapi masih dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara. (Tanda-tanda kekerasan) untuk sementara belum ditemukan," ujar Kapolsek Tamalate, Kompol Arifuddin, pada Rabu (3/2/2021).
Peristiwa ini terjadi di sebuah tempat penampungan para imigran di Makassar, pada Selasa (2/2) malam. Korban yang tinggal seorang diri di dalam kamar ditemukan tewas di dalam kamarnya sendiri di lantai dua gedung itu.
Hingga kini pihak kepolisian belum mengetahui pasti alasan dan penyebab pasti korban nekat mengakhiri nyawanya. Namun polisi masih mengambil keterangan dua orang saksi yang terlebih dahulu menemukan pertama kali tubuh korban yakni rekannya bernama Hamid dan seorang teknisi di gedung tersebut bernama Rajab.
"Belum ada informasi kenapa dia sampai gantung diri. Ada dua orang yang kami periksa sebagai saksi itu rekan korban atas nama Hamid kemudian dari teknisi bernama Rajab," jelas Arifuddin.
Mulanya tubuh korban ditemukan usai rekannya yang sesama imigran mencium aroma tidak sedap dari dalam kamar korban.
"Berawal dari rekan korban menutup pintu korban namun tidak ada jawaban, kemudian rekan korban atas nama Hamid dia menghubungi Rajab di lantai bawah itu minta kunci serep namun tidak berfungsi. Sehingga dilakukan pembukaan paksa untuk korban, jadi teman korban sendiri menyampaikan bahwa ada bau menyengat dari kamar korban," jelas Arifuddin.
Lanjut Arifuddin, korban diduga telah tewas sejak beberapa hari yang lalu."Hasil kordinasi kami dengan pihak dokpol (korban meninggal) kurang lebih 2 sampai 3 hari," lanjut dia.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. (isa/isa)











































