Iming-iming Duit, Kakek di Kukar Cabuli Bocah 8 Tahun

Suriyatman - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 19:31 WIB
Ilustrasi garis polisi
Foto: Ari Saputra/detikcom
Kutai Kartanegara - Seorang pria di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berinisial RAS (60) ditangkap pihak kepolisian setelah mencabuli tetangganya sendiri. Korban ialah bocah berusia 8 tahun.

"Kami amankan pelaku pada Sabtu (30/1) lalu karena laporan warga tentang tindakan asusila yang dilakukan yang bersangkutan terhadap anak di bawah umur," kata Kapolsek Sangasanga Iptu Agus Fitriadi kepada detikcom, Selasa (2/2/2021).

Saat diperiksa, pelaku mengaku tergoda melihat korban yang bermain di dekat rumahnya. Kemudian pelaku mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang. Pencabulan pun terjadi.

"Menurut pengakuan korban bahwa tersangka awalnya membujuk rayu dengan cara akan diberi uang jika mau menuruti kemauannya, kemudian korban disuruh masuk ke dalam rumahnya," tutur Iptu Agus.

"Namun aksi pelaku tidak mulus, korban yang merasa kesakitan kemudian berteriak dan menangis, sehingga mendapat perhatian para warga yang ada di sekitar rumah pelaku," terang Iptu Agus.

Mendengar tangisan korban, warga berkerumun di depan rumah pelaku. Warga pun menanyakan alasan korban menangis.

"Saat ditanya itulah korban mengaku kesakitan di bagian kemaluan korban, dan ia mengaku telah digituin oleh pelaku," kata Iptu Agus.

Mengetahui hal tersebut, warga mendatangi pelaku untuk mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Namun, ketika ditanya oleh para saksi, pelaku tidak mengakui perbuatannya.

Melihat gelagat tidak baik dari pelaku, warga lantas memanggil ibu kandung korban, HAS (42). Setelah diskusi berjalan buntu, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Sanga-sanga.

"Pelaku akhirnya tidak dapat mengelak karena berdasarkan hasil visum yang dilakukan di Puskesmas Sanga-sanga ditemukan luka lecet di kemaluan korban, pelaku langsung ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Iptu Agus.

Ketika diinterogasi polisi, pelaku mengaku khilaf. Awalnya pelaku mengaku ketika memanggil korban hanya untuk bermain, namun seketika timbul niat mencabuli korban.

"Saya memang berjanji memberi uang kepada korban usai bermain, namun belum lama duduk dia langsung keluar rumah dan menangis," kata pelaku.

"Memang ada keinginan namun saya nggak berniat melakukannya dengan anak-anak, saya benar benar khilaf dan tidak menyangka hal ini terjadi," tutupnya.

Pelaku dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (isa/isa)