Alat Tes PCR Tangsel Maintenance, Sampel di Kirim ke Laboratorium Luar

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 17:45 WIB
Ilustrasi Tes Swab
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Alat tes PCR di laboratorium daerah Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) sedang dilakukan perawatan atau maintenance. Nantinya spesimen kasus COVID-19 akan dikirim ke laboratorium lain yang bekerja sama dengan Pemkot Tangsel.

"Alat PCR sedang dalam perawatan berkala dan general cleaning. Ini dilakukan dalam rangka menjaga keselamatan petugas dan juga akurasi pengukuran sampel. Untuk sementara, sampel dikirim ke lab luar," kata Kadiskominfo Pemkot Tangsel, Fuad, saat dihubungi, Selasa (2/2/2021).

Sementara itu, Pemkot Tangsel juga tengah bekerja sama dengan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan teknologi terkait pemakaian Mobile BSL atau Laboraturium Mobile Biosafety Level untuk menguji sampel spesimen COVID-19. Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menjelaskan penggunaan alat dari kerjasama ini akan diberikan kepada orang dengan prioritas khusus.

"Yaitu orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien positif. Karena mereka adalah orang yang rentan tertular dan menjadi carrier bagi masyarakat lainnya," kata Airin dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terhadap Tangsel dalam menyediakan fasilitas mobile lab BSL tersebut. Hammam menuturkan, sejak kasus COVID-19 muncul, BPPT terus berusaha melakukan inovasi.

"Kami sudah berupaya mengumpulkan seluruh stake holder. Untuk menghasilkan dukungan 3T (tracking, testing, treatment)," ujarnya.

Hammam menyebut salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan semua fasilitas pengujian spesimen ke daerah yang dibutuhkan. Karena itu, pihaknya menghadirkan Mobile BSL untuk Tangsel.

Adapun peningkatan kapasitas testing bisa diperkuat dengan adanya Mobile BSL ini. Diketahui, Mobile BSL yang akan digunakan Tansgel merupakan varian ketiga. Dalam varian ini muatan yang bisa dilakukan adalah 10 batch dalam 24 jam.

"Dalam satu batch ada 94 spesimen. Jika ada 10, bisa 940 spesimen. Tangsel sangat akan bisa mencapai harapan dari Airin. Sehari bisa 700-800 spesimen sehari," kata dia.

Dengan menggunakan fasilitas ini, pemerintah juga akan mendapatkan fasilitas berupa tes PCR yang hanya memakan waktu 4 jam sehingga bagi masyarakat tidak perlu menunggu dua atau empat hari. Fasilitas ini juga bisa dilakukan dengan sistem jemput bola.

(yld/fjp)