Tabloid dan Majalah Syur Menghilang di Medan
Kamis, 09 Feb 2006 14:01 WIB
Medan - Tampaknya operasi menghentikan peredaran tabloid dan majalah syur efektif. Setelah Polda Metro Jaya melakukan penyitaan dan menangkap para pengedar, tabloid dan majalah yang banyak digandrungi kaum pria ini menghilang dari pasaran.Menghilangnya tabloid esek-esek ini tidak hanya di Jakarta, tetapi juga merembet ke kota-kota lain. Pantauan detikcom, Kamis (9/2/2006) di sejumlah pedagang koran eceran di kota Medan, para pedagang eceran sampai agen sudah tidak lagi memajang dan menjual majalah dan tabloid syur.Padahal, sebelum media cetak dan elektronik ramai-ramai memberitakan soal maraknya tabloid dan majalah esek-esek, warga kota Medan dengan mudah mencari gambar-gambar wanita telanjang atau setengah telanjang yang dimuat sejumlah media syur.Penelusuran detikcom di sepanjang Jalan Gajah Mada, Jalan Sisingamangaraja maupun di Jalan Balaikota Medan, sudah tidak ada satu pun pengecer koran dan majalah yang menjual tabloid dan majalah syur.Sulitnya mencari terbitan ini karena suplai dari agen sudah tidak ada lagi. "Pasokan dari agen sudah tidak ada lagi. Padahal banyak yang mencari," kata Ida (38) penjual koran eceran di Jalan Gajah Mada, Medan.Meski banyak yang mencari, tapi karena tidak ada barang, para penjual tidak bisa berbuat banyak. Padahal sebelumnya, penjualan majalah syur cukup menguntungkan.Seperti diungkapkan Salam (26) pedagang koran eceran di Jalan Gajah Mada, saat ini sangat sulit untuk mencari majalah seperti Popular, FHM, Matra maupun tabloid seperti Lipstik. "Kami tergantung agen, kalau agen ada barang, kami juga dapat," kata Salam.
(jon/)











































