SBY Ingatkan Insan Pers Jangan Kebablasan
Kamis, 09 Feb 2006 12:32 WIB
Bandung - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan insan pers agar tidak terlena dengan hak dan kebebasannya. Pers harus bertanggung jawab dan mengikuti aturan hukum yang berlaku, alias jangan kebablasan."Jangan sampai (pers) melanggar hak dan kebebasan pihak lain. Hak dan kebebasan pers tidak absolut dan tidak tak terbatas," tegas SBY dalam sambutannya pada peringatan Hari Pers Nasional di Gedung Merdeka, Jl Asia Afrika, Bandung, Kamis (9/2/2006).SBY dalam pidatonya menyebut beberapa contoh kasus tabrakan antara kebebasan pers dengan hak pihak-pihak lain yang terkait. Antara lain pemberitaan mengenai aksi-aksi unjuk rasa.Dalam kasus ini, ia berharap pers juga menyiarkan penjelasan dari pihak yang menjadi sasaran unjuk rasa. Sebab seringkali penjelasan tersebut bisa mendudukkan kembali persoalan pada proporsinya."Dari mana pun penjelasan itu, jangan dianggap sebagai sikap tidak mau dikritik atau tabu dikritik," kata dia.Presiden juga merujuk kasus pemuatan kartun Nabi Muhammad oleh media Denmark, Jyllands-Posten, yang menyulut gelombang aksi unjuk rasa di berbagai negara.Menurutnya, kasus-kasus tersebut merupakan contoh perlunya menghormati sebuah keyakinan yang terkadang di luar nalar manusia."Persoalan agama adalah sesuatu yang sensitif karena berkaitan dengan keyakinan dan emosi. Terkadang keyakinan agama di luar rasionalitas orang lain yang tidak meyakininya, tapi kita tetap harus menghormati," kata dia.
(umi/)











































