Polisi Bubarkan Pendemo Presiden, 2 Orang Ditangkap
Kamis, 09 Feb 2006 11:27 WIB
Bandung - Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bandung untuk menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) disambut dengan aksi demonstrasi. Namun aksi tidak berlangsung lama karena langsung dibubarkan oleh petugas dari Polwiltabes Bandung.Aksi demo dilakukan oleh sekitar 200 orang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bandung Raya dan Serikat Pekerja PT Dirgantara Indonesia (SP PT DI). Mereka menuntut Presiden SBY turun tangan menyelesaikan kasus PHK di PT DI dan menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL).Pembubaran dilakukan saat massa melakukan aksi di perempatan depan Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Bandung, Kamis (9/2/2006).Pembubaran dilakukan oleh pihak kepolisian dengan alasan aksi mereka tanpa ijin atau pun pemberitahuan ke polisi. Saat ini polisi menangkap Wakil Presiden BEM se-Bandung Raya Johan Kadari dari Unpas dan seorang perwakilan SP PT DI yang belum diketahui identitasnya. Polisi juga menyita sebuah mobil untuk orasi milik SP PT DI."Pembubaran paksa dilakukan karena melanggar UU Unjuk Rasa. Massa juga telah mengganggu acara nasional," kata Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Edmon Ellyas.Penggunaan mobil untuk demo, menurut Kapoltabes, tidak dibenarkan. "Kita sita mobil tersebut dan sekarang ada di Polwiltabes. Pemeriksaan akan terus dilanjutkan, termasuk mengecek kelengkapan kendaraan tersebut," katanya.Dari pantauan detikcom, saat dilakukan penangkapan tidak ada bentrokan. Penjagaan berlangsung cukup ketat di sekitar Gedung Merdeka, Hotel Savoy Homan, dan Hotel Preanger.Aksi massa juga terjadi di belakang Hotel Preanger. Sekitar 50 orang dari Front Mahasiswa Nasional dan PMII menolak langkah pemerintah menjual aset-aset negara. Hingga pukul 11.00 WIB, aksi masih berlangsung. Ratusan polisi menjaga ketat aksi mereka. Jumlah aparat yang menjaga jauh lebih banyak dibanding peserta aksi demo.
(jon/)











































