Bamsoet: Ada 275 Ribu TNI & 360 Ribu Polri Belum Punya Rumah Layak

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 18:47 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: shutterstock
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut baik kerja sama perusahaan nasional PT Sipoa Propertindo Abadi dengan Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (INKOPPOL), didukung Bank Tabungan Negara (BTN) dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepemilikan apartemen indent dan ready stock bagi personel Polri di Surabaya, Jawa Timur. Lewat kerja sama ini, Bamsoet menilai para personel Polri akan semakin dimudahkan untuk memiliki hunian tempat tinggal.

"Sandang, pangan, papan, merupakan tiga kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang, termasuk personil Polri dan prajurit TNI yang telah mengabdikan hidupnya untuk negara. Data Bappenas memperkirakan setidaknya masih ada 275 ribu prajurit TNI, dan 360 ribu personel Polri yang belum memiliki rumah layak. Karenanya, kerja sama swasta, BUMN, dan koperasi dalam menyediakan hunian tempat tinggal untuk personil TNI dan prajurit TNI harus digalakan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (2/1/2021).

Hal ini disampaikan Bamsoet usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara PT BTN, PT Sipoa Propertindo, dan INKOPPOL, di Jakarta. Dewan Penasehat DPP REI (Real Estate Indonesia) ini memaparkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 tercatat baru 80 persen dari jumlah keluarga di Indonesia yang sudah memiliki hunian tempat tinggal. Sementara sisanya masih tinggal dengan cara menyewa, menumpang di kerabat, maupun hidup nomaden.

"Menandakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh kita semua. Mulai dari pemerintah, bank sebagai penyedia kredit, hingga perusahaan properti, untuk bergotong royong menyiapkan hunian tempat tinggal yang layak dan kemudahan akses bagi warga untuk mendapatkannya," terangnya.

Dengan menggerakkan sektor properti, menurut Bamsoet akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian RI. Sebab, selain berkaitan erat dengan sektor lain (backward linkage), sektor properti dapat mempengaruhi pertumbuhan sektor lain (forward linkage).

"Sebagaimana data KADIN Indonesia bidang properti, ada sekitar 176 sektor industri yang terkait dengan properti. Seperti groceries, kuliner, fashion, hingga berbagai kerajinan rumah tangga. Sektor properti dan industri lanjutannya juga mampu menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja. Tak berlebihan kiranya jika menjaga geliat pertumbuhan properti, sama dengan menjaga geliat pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam acara penandatanganan kerja sama jajaran direksi PT BTN, antara lain Plt Direktur Utama Nixon Napitupulu, Direktur Consumer and Commercial Lending Hirwandi Gafar, Direktur Remedial and Wholesale Risk Elisabeth Novie Riswanti, Direktur Utama Dwi Aroem Hadiatie yang mewakili Manajemen dan Pemegang Saham baru PT Sipoa Propertindo Abadi dan Ketua Umum INKOPPOL Irjen Yudi Sushariyanto.

(mul/mpr)