Cegah Abrasi Pantai, KKP Dukung Pelestarian Mangrove di Pasuruan

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 16:58 WIB
Kebun bibit mangrove di Pasuruan
Foto: Dok. KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun kebun bibit (nursery) mangrove di Kabupaten Pasuruan. Pembangunan ini dilakukan untuk memenuhi ketersediaan bibit mangrove guna keperluan pembibitan, persemaian, penanaman, dan rehabilitasi mangrove.

Pembangunan nursery mangrove di Pasuruan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) dengan menggunakan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun Anggaran 2020. Luas area pembibitan mencapai 3.093 m2 dengan jumlah bibit sebanyak 500.000 batang dari jenis Rhizophora sp.

Mukarim, sebagai pengelola kawasan wisata mangrove dan kebun bibit mangrove di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan mengungkapkan sejak 34 tahun silam, jutaan pohon mangrove berhasil ditanamnya.

Ia menekankan mangrove yang tumbuh berjajar merupakan benteng pencegah abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang air laut. Menurut Mukarim, kendati air laut pasang hingga gelombang laut utara sangat tinggi jutaan pohon mangrove dapat menahan dan menyelamatkan perkampungan dari abrasi.

"Sangat aman, warga tak perlu takut dengan abrasi atau banjir rob, karena hutan mangrove di sini sangat banyak, akar dan batang pohon mangrove berfungsi untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi," kata Mukarim dalam keterangan tertulis, Senin (1/2/2021).

Pria yang meraih penghargaan Kalpataru dan penghargaan Satya Lencana pembangunan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo ini pun menjelaskan tak hanya tanaman mangrove, ada 14 spesies hewan khas pantai yang dapat dilihat. Antara lain bandeng, belanak, glodok, keong, tiram, kerang hijau, kadal, biawak, ular, burung kuntul putih, kepiting bakau, udang putih, rajungan, dan capung.

"Nelayan sekitar memperoleh keuntungan dari mangrove yang kian lestari ini, karena mereka menangkap ikan tidak jauh dari pantai dan bisa menjual hasil tangkapan mereka kepada para pengunjung," jelasnya.

Sementara itu Dirjen PRL TB. Haeru Rahayu mengapresiasi keberhasilan Mukarim atas usahanya melakukan penanaman dan pelestarian mangrove di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

"Ekosistem mangrove punya peran penting bagi kehidupan di wilayah pesisir, saya sangat menghargai kerja keras Pak Mukarim dalam menanam dan menjaga ekosistem mangrove untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Teruskan semangatnya dan harus ada penerus usaha ini," ujar Tebe.

Lebih lanjut ia menyampaikan program Mangrove Center of Excellent untuk pembibitan mangrove sebanyak 100 juta bibit dapat digunakan untuk penyediaan bibit pada program penanaman mangrove di Indonesia.

Ia pun menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan kepada Mukarim dan masyarakat lain untuk mengembangkan ekowisata mangrove yang lestari dan tetap menjaga kebersihan pantai dari sampah.

"Program pembibitan mangrove harus dapat memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja dalam pembibitan mangrove, karena program ini merupakan program padat karya dalam rangka penanggulangan dampak pandemi COVID-19," tegas Tebe.

(akn/ega)