Jyllands-Posten, Koran Denmark yang Penuh Kontroversi

Jyllands-Posten, Koran Denmark yang Penuh Kontroversi

- detikNews
Kamis, 09 Feb 2006 10:42 WIB
Jakarta - Nama Jyllands-Posten menjadi amat terkenal sejak memuat kartun Nabi Muhammad. Mungkin banyak yang belum tahu bahwa koran Denmark yang menjadi biang keladi kemarahan muslim itu memang punya sejarah kontroversi.Surat kabar yang telah berusia 135 tahun itu pernah menyinggung Nikita Khrushchev, mantan perdana menteri (PM) Uni Soviet sampai-sampai dia membatalkan kunjungan ke Denmark. Koran dengan sirkulasi terbesar di Denmark itu memang penuh kontroversi.Demikian diungkapkan Gerhardt Eriksen, pensiunan pegawai Jyllands-Posten yang telah menulis dua buku mengenai koran yang berdiri pada tahun 1871 silam.Pada tahun 1959, PM Soviet saat itu Nikita Khrushchev, mengurungkan lawatan ke Denmark gara-gara artikel yang ditulis Jyllands-Posten. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Kamis (9/2/2006)."Artikel itu sangat mengkritik Uni Soviet," ujar Eriksen. Itu sejalan dengan kebijakan anti-komunis yang dianut koran itu setelah Revolusi Bolshevik tahun 1917. Kemudian pada tahun 1992, tulisan editorial surat kabar tua tersebut mengecam habis-habisan sebuah partai anti-imigran yang menimbulkan kemarahan para pembaca dan pemilih konservatif. Kini, media yang menyebut dirinya sebagai koran internasional Denmark ini kembali menimbulkan kontroversi dengan memuat 12 kartun Nabi Muhammad pada September 2005 lalu. Mantan menteri luar negeri Denmark, Uffe Ellemann-Jensen, menyerukan Pemimpin Redaksi Jyllands-Posten, Carsten Juste, untuk mengundurkan diri atas heboh kartun kontroversial tersebut. Namun Juste bersikeras tidak akan mundur. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads