Deplu Urus Asuransi US$ 4.000 TKI yang Tewas di Laut Merah
Kamis, 09 Feb 2006 10:13 WIB
Jakarta - Pemerintah Mesir masih meneruskan pencarian seribuan orang yang hilang akibat tenggelamnya kapal feri Al-Salam Boccaccio di Laut Merah, termasuk TKI bernama Lismanwati binti Yadi.Seiring pencarian itu, Departemen Luar Negeri (Deplu) melaksanakan tugasnya dengan mulai mengurus klaim asuransi apabila Lismanwati benar-benar tewas atau tidak ditemukan."Berdasarkan asuransi dari PJTKI yang mengirimnya ke Mesir, Lismanwati mendapat US$ 4.000 apabila benar-benar tewas atau hilang," kata Juru Bicara Deplu Desra Percaya ketika dihubungi detikcom, Kamis (9/2/2006).Desra menjelaskan, staf Deplu telah dikirimkan menengok pihak keluarga di Lamongan, Jawa Timur. Hal ini di antaranya untuk mengecek identitas dan turut menyampaikan simpati.Selain itu, menyampaikan keperluan bantuan terhadap dua kemungkinan, yakni apabila jenazah ditemukan tewas, maka perlu dibicarakan lebih lanjut untuk pemulangannya. "Lalu kalau jenazahnya ditemukan, bagaimana tindak lanjutnya," ujar Desra.Deplu juga akan menagih janji Presiden Husni Mubarak yang akan memberikan US$ 2.500 untuk korban tewas akibat tenggelamnya kapal berusia 35 tahun itu. "Kalau itu diucapkan presiden, maka itu hak almarhumah," ucap Desra.Menurut Desra, pencarian terhadap ribuan korban hilang belum dihentikan. "Pencarian tergantung keputusan pemerintah Mesir yang memutuskan, namun belum berhenti. Namun karena arus air Laut Merah hangat, memungkinkan korban dapat survive," jelasnya.Saat ini, lanjutnya, bisa dipastikan korban yang berasal dari Indonesia hanya Lismanwati. "Karena Kedubes RI di sana dengan melihat daftar manifes kapal, tidak melihat adanya WNI selain Lismanwati," imbuhnya.
(ndr/)











































