Round-up

Makin Kencang Suara Desakan Proses Hukum untuk Abu Janda

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 07:42 WIB
Abu Janda pelapor Rocky Gerung diperiksa polisi
Permadi Arya atau Abu Janda (Foto: detikcom)

Banser Dukung Proses Hukum

Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser menyebut pernyataan Abu Janda bersifat pribadi, bukan mewakili Banser.

"Saudara Permadi Arya tercatat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser sebagaimana yang ditetapkan oleh peraturan organisasi. Di antara komitmen Banser adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan di Tanah Air yang hakikatnya menjadi modal besar bagi pemersatu bangsa. Sebab itu, Banser terus berusaha menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersama-sama dengan TNI, Polri, aparatur negara dan berbagai pihak lainnya," kata Wakil Kepala Satkornas Banser Hasan Basri Sagala dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/1/2021).

Hasan menyebut anggota Banser memiliki karakter dan pedoman dalam berorganisasi. Jika ada pihak yang mengklaim dirinya Banser tapi tak memiliki prinsip Banser, pihak tersebut bukanlah anggota Banser.

Banser mendukung proses hukum atas dugaan rasial yang dilakukan Abu Janda. Banser mendorong pengusutan kasus ini dilakukan secara terbuka dan independen.

"Mendukung kepolisian untuk bisa bertindak seadil-adilnya dalam memproses kasus ini. Penyelesaian kasus dugaan ujaran kebencian ini harus dilakukan secara transparan dan independen atau tanpa tekanan dari pihak mana pun. Dengan cara demikian, keadilan akan tercapai dan hak-hak warga negara di mata hukum juga terjaga," imbuhnya.

Katib Syuriah PBNU Sebut Abu Janda Bukan Pengurus, Tak Representasikan NU

Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa menegaskan bahwa Abu Janda bukanlah bagian dari NU. Menurutnya, ucapan 'Islam Arogan' yang dilontarkan Abu Janda tak mencerminkan perkataan warga nahdliyin.

"Tapi kalau kemudian seseorang mengaku, mengklaim sebagai representasi NU dengan pernyataan-pernyataannya itu pertama di NU sebuah statement atas nama NU itu harus dikeluarkan pengurus. Itu baru statement dari NU," kata Katib Syuriah PBNU Zulfa Mustofa di Kantor BP2MI, Jl. MT Haryono, Minggu (31/1/2021).

"Makanya beberapa hari lalu saya bilang dia tidak merepresentasikan NU dalam arti sebagai pengurus NU," sambungnya.

Dia menegaskan sejak awal NU tak pernah melarang setiap orang menjadi bagian dari ormasnya. Namun, perlu diketahui bahwa NU selalu mengajarkan kebaikan dan menghindari perselisihan. Ia pun meragukan oknum yang memecah belah pihak sebagai bagian dari NU.