Mata-matai DPR untuk Perlindungan Cukong Beras
Kamis, 09 Feb 2006 09:07 WIB
Jakarta - Sikap polisi yang menginteli dua fraksi di DPR ternyata dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap cukong beras. Cukong beras merasa terancam akibat dibentuknya tim investigasi impor beras oleh FPKS dan FPDIP, kemudian menggunakan kepolisian untuk menginteli DPR."Tidak mustahil itu merupakan perlindungan terhadap cukong beras, kalau tidak demikian apa motif polisi itu. Hanya di negara otoriter saja peristiwa seperti ini terjadi," kata pengamat politik Syamsuddin Haris ketika dihubungi detikcom, Rabu (8/2/2006).Dia menilai langkah kepolisian ini merupakan suatu hal yang konyol. Kepolisian dinilai telah memasuki wilayah politik sehingga mempraktekkan cara-cara Orde Baru."Intinya polisi jelas salah langkah, merupakan suatu kekonyolan. Bagaimana pun masalah yang ditangani PDIP dan PKS itu adalah wilayah politis, bukan wilayah polisi. Jelas tidak bisa masuk ke domain politik," jelasnya.Sementara pengamat politik UI Arbi Sanit mengungkapkan, motif dari pengintelan DPR ini adalah untuk memperlemah kinerja oposisi pemerintah. Pengintelan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menyudutkan pemerintah."Untuk melemahkan kontrol DPR. Ini aalah suatu hal yang memalukan di negara yang mengaku berdemokrasi. Ternyata kita balik kepada cara-cara Orde Baru dengan intel mematai oposisi," ujarnya.Dia meminta Presiden SBY untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan. "Kalau mau menghormati demokrasi, presiden memeriksa dan menghukum yang Intel itu," tandas Arbi.
(atq/)











































