Ekonomi Tersendat, Ketua MPR Harap Vaksinasi Buka Jalan Pemulihan

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 18:04 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak seluruh pihak untuk memulihkan perekonomian nasional yang tersendat. Hal ini mengingat kondisi perekonomian nasional cukup terdampak akibat pandemi COVID-19. Kondisi ini tercermin dari defisit APBN 2020 yang mencapai Rp 956,3 triliun, atau setara 6,09% dari produk domestik bruto.

Terlebih, kata dia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per Agustus 2020, sekitar 29,12 juta orang usia kerja terdampak pandemi COVID-19. KADIN Indonesia juga mengingatkan hingga Oktober 2020, sudah lebih dari 6,4 juta tenaga kerja yang dirumahkan.

"Tanpa gerak cepat dan dukungan semua pihak, tidak menutup kemungkinan angka pengangguran bisa tembus sepuluh juta lebih," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (30/01/2021). Hal ini ia sampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI), di Bali.

Ketua DPR RI ke-20 ini menegaskan perlu penguatan struktur ekonomi dalam membuat strategi kebijakan pemulihan perekonomian nasional. Adapun hal ini bisa dilakukan melalui pembangunan kawasan industri, pembangunan ketahanan pangan melalui pengembangan food estate, pembangunan infrastruktur padat karya, serta peningkatan kapasitas teknologi informasi dan komunikasi untuk mengakomodasi tren digitalisasi pada berbagai sektor perekonomian.

"Tak kalah penting adalah keberpihakan terhadap sektor UMKM yang kondisinya sedang kritis. Menurut Asosiasi UMKM Indonesia, hingga awal September 2020 tercatat sekitar 30 juta UMKM mengalami kebangkrutan. Padahal, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian, yang mampu menyerap 120 juta lebih angkatan kerja, dan memberikan kontribusi mayoritas pada Produk Domestik Bruto. Menyelamatkan UMKM, sama dengan menyelamatkan Indonesia," tegasnya.

Wakil Ketua Umum SOKSI ini juga berharap adanya program vaksinasi COVID-19 dapat membuka jalan bagi pemulihan perekonomian nasional. Namun, Bamsoet mengingatkan program vaksinasi tidak dapat secara instan menghilangkan seluruh dampak pandemi COVID-19.

Ia menyebut dibutuhkan waktu yang cukup untuk dapat benar-benar kembali pada kondisi normal. Oleh karena itu, Bamsoet meminta masyarakat untuk tetap sadar terhadap berbagai dampak yang timbul.

"Bukan berarti kita pesimis atau skeptis, namun justru meningkatkan kesadaran (awareness) atas berbagai potensi permasalahan yang mungkin timbul, dan menjadi cambuk untuk bangkit kembali. Dengan demikian, kita akan menjadi lebih siap dan sigap ketika berbagai potensi persoalan tersebut benar-benar hadir dan mengemuka," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut turut hadir para pengurus Depinas SOKSI, antara lain Ketua Dewan Pembina Bobby Suhardiman, Ketua Umum Ahmadi Noor Supit, Ketua Harian AA Bagus Adhi Mahendra dan Wakil Ketua Umum Andi Achmad Dara.



Simak Video "Genjot Ekonomi RI, Satgas PEN Gelontorkan Rp 137 T"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)