Bursa Ketum PBR Mulai Ramai

Bursa Ketum PBR Mulai Ramai

- detikNews
Kamis, 09 Feb 2006 07:09 WIB
Jakarta - Konflik Partai Bintang Reformasi (PBR) akhirnya berujung islah. Dua kubu berseteru sepakat untuk menggelar Muktamar di Bali. Meski baru akan digelar pada April mendatang, bursa calon ketua umum sudah mulai ramai.Sedikitnya ada empat nama yang disebut-sebut layak menjadi calon ketum. Mereka adalah Bursah zarnubi, Zaenal Ma'arif, Djafar Badjeber dan Ade Daud Nasution. Sedangkan ketum PBR Zainuddin MZ disebut-sebut akan mengisi posisi Ketua Dewan Syuro. Dikabarkan Zainuddin sendiri sudah enggan menjabat posisi ketum untuk ketiga kalinya.Selain memilih ketum, muktamar ini diperkirakan juga membahas status PBR dalam menghadapi Pemilu 2009. Sebab, saat ini muncul wacana agar PBR bergabung dengan partai lain. Alasannya, suara yang diperoleh dalam Pemilu 2004 tidak memenuhi electoral treshold.Menanggapi wacana tersebut, salah satu calon ketum Bursah Zarnubi mengaku tidak setuju ide koalisi parpol. "RUU Parpol kan masih dalam tahap pembahasan, jadi wacana seperti itu tidak perlu dikembangkan," kata Bursah dalam percakapan dengan detikcom, Kamis (9/2/2006).Ia optimistis PBR bisa ikut bertarung dalam Pemilu 2009. "Memiliki fraksi sendiri di DPR adalah modal bagi partai kami untuk bisa menata partai ini menjadi lebih baik," tandas mantan Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR ini.Ke depan, tutur Bursah, PBR harus tidak lagi mengandalkan figur tertentu. Jika tidak, PBR tidak akan bisa sejajar dengan parpol besar yang ada. "Kalau sekarang PBR terkenal karena figur Kiai Zainuddin MZ, ke depan partai harus menjadi partai modern," tambahnya.Ia setuju jika posisi Ketua Dewan Syuro mendatang dijabat Zainuddin MZ. "Kita harus bisa menempatkan Pak kiai sebagai aset partai yang sangat berharga dan partai memang masih membutuhkan beliau," tegasnya.Sekadar diketahui, konflik di tubuh parpol pecahan dari PPP ini berawal pada pelaksanaan Muktamar, April 2005 lalu. Saat itu, pemilihan calon ketum berlangsung panas. Karena tidak puas dengan mekanisme, sebagian pentolan PBR menolak pemilihan ketum dilanjutkan. Kelompok ini dikomandoi Zaenal Ma'arif dan Djafar Badjeber. Sedangkan kubu pro muktamar dipimpin langsung Zainuddin MZ.Kepengurusan ganda di tubuh PBR pun terjadi. Kubu anti muktamar dipimpin oleh Ketum Zaenal Ma'arif dan Sekjen Djafar Badjeber. Sedangkan, kepengurusan PBR hasil muktamar dipimpin Zainuddin MZ (ketum) dan Bursah Zarnubi (sekjen). Setelah melalui proses yang cukup panjang, konflik ini akhirnya berakhir melalui mediasi Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud.Kepengurusan PBR hasil islah pun dibentuk. Posisi ketua umum dipegang Zainuddin MZ dan Sekjen dipegang Djafar Badjeber. Islah ini juga menyepakati pelaksanaan muktamar pada April mendatang. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads