Densus 88 Polda DIY Kejar Pemasok Puluhan Senpi Ilegal
Rabu, 08 Feb 2006 20:42 WIB
Yogyakarta - Setelah berhasil mengamankan penyalur dan pemakai senjata api (senpi) ilegal, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polda DIY berusaha mengejar pemasok puluhan senpi beserta ribuan amunisi ilegal.Saat ini, polisi telah mengamankan dua tersangka sebagai penyalur dan pemakai senpi tersebut. Dua orang itu adalah R. Setya Untarno (56) warga Jl Sultan Agung Kecamatan Pakualaman Yogyakarta sebagai penyalur. Sedang satu orang lagi sebagai pemakai, yakni Y. Suharto (54) warga warga Gampingan Baru, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta.Kapolda DIY, Brigjen Bambang Aris Sampurno Djati kepada detikcom, Rabu (8/2/2006) mengatakan terbongkarnya jaringan senpi ilegal di Yogyakarta setelah petugas berhasil mengamankan tersangka Suharto pada hari Senin (30/1/2006) di Jl Wates Yogyakarta. Dari pengakuan Suharto, petugas kemudian menangkap Setyo yang menjadi penyalur.Menurut Bambang, tersangka Setyo sebelumnya adalah direktur sebuah perusahaan resmi yang bergerak sebagai penyalur senjata api dan gas. Namun sejak tahun 2004, oleh Mabes Polri izin usaha tersebut sudah dicabut. Namun dari tangan tersangka masih tersimpan 42 pucuk senpi berbagai jenis dan merek beserta amunisinya. "Saat ini yang masih kita kejar adalah pemasok sekaligus penyandang dana jaringan tersebut. Kami yakin, tidak hanya mereka berdua saja yang bermain," katanya.Selain mengamankan tersangka RSU, petugas juga menyita 42 pucuk senpi dan ratusan butir amunisi berbagai kaliber. Dari jumlah itu yang ditemukan di rumah Jl Sultan Agung, hampir separuhnya tidak memiliki izin. "Tersangka masih diamankan dan dimintai keterangan di Mapolda DIY. Barang bukti diamankan di Mako Densus 88 Antiteror Polda DIY, Baciro Yogyakarta," katanya. Bambang menegaskan meski memiliki izin kepemilikan tapi sudah tidak diperkenankan lagi untuk diperjualbelikan karena izin usaha sudah dicabut. Ke-42 senpi itu terdiri 2 laras panjang, 11 revolver, 24 pistol FN, dan 1 pistol suar. Petugas juga mendapatkan 7 buah silinder, 15 buah magazen, 4 buah pen gun, dan 1.827 amunisi, baik tajam, gas maupun hampa.
(atq/)











































